Seiring dengan berjalannya waktu, sunat tak hanya memberikan penanda kedewasaan pada pria, tetapi juga memiliki manfaat lainnya. Seperti dirangkum detikHealth, Sabtu (26/7/2014), berikut beberapa manfaat dari sunat:
1. Menghindari Kanker Prostat
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Memang terlalu dini jika mengatakan sunat dapat mencegah kanker prostat, tapi kemungkinan itu tetap ada," jelas Dr Marie-Elise Parent, pakar kanker dari Universiy of Quebec's INRS-Institut Armand-Frappier di Montreal, Kanada.
Penelitian ini dilakukan dengan melibatkan 3.208 pria berusia 40-75 tahun yang di antaranya telah didiagnosa kanker prostat. Sementara sisanya tidak memiliki kanker prostat.
Dari penelitian itu, pria dewasa yang telah disunat memiliki 14 persen risiko lebih kecil terkena kanker prostat. Sedangkan pada pria dewasa yang tidak disunat memiliki risiko lebih tinggi.
2. Menghindari HIV
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Penelitian ini dilakukan oleh Dr. Lance Price dan rekan-rekannya dari George Washington University, AS. Mereka melakukan uji coba sunat massal di Uganda. Kemudian mereka membandingkan sampel yang belum disunat dengan yang sudah disunat satu tahun kemudian.
Dari hasil penelitian tersebut diketahui bahwa setelah disunat, jumlah total bakteri yang ada di kulup penis partisipan menurun secara signifikan. Selain itu prevalensi bakteri anaerob (organisme yang tak dapat hidup tanpa oksigen) menjadi berkurang.
"Anda menghilangkan kulupnya dan jumlah oksigen yang ada di penis menjadi meningkat sekaligus menurunkan kelembabannya. Itu sama artinya dengan mengubah ekosistem yang ada di penis sehingga penis tidak menjadi sarang virus," jelas Dr. Price.
3. 'Menyumbang' Bakteri Baik
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Pria muda memiliki bakteri yang mirip pada wanita muda yang sehat. Kami menduga bahwa bakteri ini dapat meningkatkan kesehatan kelamin pada pria seperti halnya yang terjadi pada wanita. Temuan ini bertentangan dengan anggapan sebelumnya bahwa hanya bakteri jahat saja yang menyerang saluran kelamin pria," kata Davied E. Nelson salah satu peneliti di sana.
Populasi bakteri baik ini secara signifikan dipengaruhi oleh sunat. Nelson menambahkan, pria yang sudah disunat atau dikhitan memiliki mikroba baik yang dapat berperan sebagai pelindung. Oleh karena itu sunat atau khitan diketahui dapat mengurangi risiko tertular HIV dan penyakit menular seksual lainnya.
4. Menghindari Infeksi Ginjal & Kandung Kemih
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Dari penelitian ini, peneliti melihat bahwa tingkat kecenderungan terjadinya infeksi saluran kemih pada anak yang baru lahir hingga berusia setahun sebanyak 9,9 kali lebih tinggi pada anak yang tidak disunat. Sedangkan untuk partisipan berusia 1-16 tahun, risikonya 6,6 kali lebih tinggi pada anak yang tidak disunat.
"Khitan memberikan perlindungan seumur hidup, bahkan membuat perbedaan tiga-empat kali lebih besar daripada prediksi kami. Tentu saja hal ini cukup mengejutkan bagi dunia medis," ungkap ketua tim peneliti Brian Morris, profesor ilmu kedokteran molekular dari Sydney Medical School, University of Sydney.
5. Menghindari Penumpukan Kotoran
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Manfaatnya bisa menghindari penumpukan kotoran. Sebab setelah kencing, biasanya masih ada tersisa di kulit (kulup penis) yang akhirnya dapat menyebabkan iritasi kronis," kata DR. dr. Nur Rasyid, SpU(K) Ketua Departemen Urologi RSCM.
Jika tak disunat, bakteri dan kuman-kuman penyakit lebih mudah terkumpul di balik kutup penis. Apalagi bagian ini sering kali menghasilkan cairan yang memicu penumpukan kotoran. Oleh karena itu, ujung penis perlu dibersihkan, terutama bagi pria yang tak disunat.
Halaman 2 dari 6











































