Menanggapi hal ini, dokter spesialis kulit kelamin dr Eddy Karta SpKK menuturkan pada prinsipnya jerawat terjadi karena faktor sumbatan kelenjar sebum atau kelenjar minyak yang kemudian meradang dan terinfeksi oleh kuman Propionibacterium acnes.
"Sumbatan kelenjar sebum ini bisa terjadi karena wajah kotor baik akibat kosmetik, debu, dan kulit kering yang teriritasi," tutur dr Eddy ketika berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (31/7/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun sangat disarankan untuk rajin mencuci kulit wajah dengan sabun muka minimal tiga kali sehari atau disesuaikan dengan aktivitas. Ketika jerawat timbul, patut juga diperhatikan faktor lain, misalnya hormonal, stres fisik, stres emosi, pola makan dan pola tidur.
"Sebaiknya hindari faktor pemicu jerawat misalnya konsumsi manis, tidur terlalu malam, stres, terlalu banyak paparan sinar matahari, dan rokok. Perlu juga memperbanyak konsumsi antioksidan," lanjut dokter yang praktik di EDMO Clinic Jakarta Selatan ini.
Terkait konsumsi makanan, dr Eddy menyarankan ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari misalnya makanan manis bergula yang dapat merangsang reaksi radang, dan makanan yang mengandung susu.
(rdn/up)











































