Lebih dari 800 warga Afrika Barat meninggal karena virus Ebola. Tapi, apakah virus Ebola itu dan bagaimana virus mematikan ini menyebar?
Pertama kali ditemukan pada 1976, virus ini telah beberapa kali menyebar di beberapa bagian di Afrika membunuh ribuan orang. Dikutip dari ABC Australia pada Senin (4/08/2014), belum ada vaksin yang dapat menyembuhkan penyakit ini.
Selain itu, penyebaran yang cepat membuat penyakit ini menjadi salah satu wabah yang paling menakutkan di dunia. Ada lima spesies virus Ebola: Zaire, Sudan, Tai Forest, Bundibugyo, dan Reston. Spesies Zaire memicu salah satu wabah yang paling mematikan dan tingkat kefatalannya bisa mencapai 90%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu bagaimana cara agar tidak tertular wabah ini? "Memakai sabun, sarung tangan, isolasi pasian, dan tidak menggunakan lagi alat yang sudah dipakai oleh pasien. Ini sangat memudahkan virus menyebar," ujar dr Peter Piot, peneliti yang pertama kali mengidentifikasi virus Ebola pada tahun 1976.
Masih banyak yang menyangsikan penanganan Virus Ebola. Hal ini disebabkan tidak tersedianya infrastruktur kesehatan di Afrika Barat. Penanganan virus Ebola pun menjadi tidak maksimal karena beberapa faktor. Di antaranya kemiskinan yang membuat mereka ketakutan dan melakukan penolakan, tidak percayanya penduduk pada pemerintah, dan kepercayaan terhadap sihir yang kuat pada kehidupan sehari-hari.
Cek darah yang dilakukan untuk mengetes virus Ebola sering sulit dilakukan di daerah yang kuat kepercayaan dan kebudayaannya. Di Liberia misalnya, beberapa kelompok percaya bahwa virus ini adalah hoax dan tim medis dikirim untuk membunuh mereka.
Sementara Guinea, dokter dari Medicines Sans Frontiers (MSF) dan tim medis diserang oleh penduduk yang percaya bahwa tim kesehatan tersebut yang membawa virus Ebola ke negara mereka. Saat ini pemerintah melakukan tindakan tegas. Presiden Liberia memenjarakan siapa saja yang berusaha menyembunyikan pasien yang diduga terinfeksi virus Ebola.
"Tidak adanya kordinasi dari pihak internasional untuk menanganinya dapat membuat dampak yang semakin buruk," ujar pakar pemerintahan Afrika, Kim Yi Dionne.
Tapi, saat ini pihak yang sudah terlibat dalam penanganan Ebola cukup banyak di antaranya kementerian kesehatan dari Liberia, Guinea, dan Sierra Leone, serta WHO, MSF, dan UNICEF.
(up/up)










































