Tidak Boleh Terkejut, Jantung Jayson Bisa Kolaps Gara-gara Balon Pecah

Tidak Boleh Terkejut, Jantung Jayson Bisa Kolaps Gara-gara Balon Pecah

- detikHealth
Selasa, 05 Agu 2014 11:30 WIB
Tidak Boleh Terkejut, Jantung Jayson Bisa Kolaps Gara-gara Balon Pecah
Jayson dan Kelly (Foto:Youtube)
Jakarta - Jayson Hart seorang anak berusia sembilan bulan di Inggris lahir dengan kondisi jantung langka. Kondisi yang disebut sindrom Long QT ini membuat jantung Jayson dapat berhenti seketika jika dirinya terkejut.

Sindrom Long QT merupakan penyakit genetik bawaan langka. Orang dengan kondisi tersebut detak jantungnya tidak teratur, sehingga dapat menyebabkan pingsan atau kematian mendadak.

Jayson yang lahir pada bulan November 2013 mewarisi sindrom langka tersebut dari ibunya, Kelley Hart (25). Kelley yang berasal dari Essex, Inggris, didiagnosis memiliki sindrom Long QT saat berusia 10 tahun. Sangat penting untuk mengidentifikasi Long QT sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan pencegahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masalahnya adalah sindrom Long QT sangat sulit ditemukan gejalanya pada tes kesehatan jantung biasa. Petunjuk halus yang menandakan sindrom ini hanya bisa dilihat jika dokter memperhatikan ritme jantung pasien dalam jangka waktu yang panjang.

"Kematian orang yang dicintai, sayangnya adalah cara orang mengetahui pertama kali tentang kondisi penyakit jantung warisan ini pada keluarga," ujar Prof Peter Weissberg, direktur medis di The British Heart Foundation seperti dikutip dari BBC, Selasa (5/8/2014).

Kelly mengatakan dirinya ekstra hati-hati dalam mengasuh Jayson. Ia tidak memberikan Jayson mainan yang dapat mengeluarkan bunyi seperti balon. Bahkan rumah kediaman mereka tidak memiliki telepon dan bel karena dapat berakibat fatal bagi Jayson.

"Kami harus membacakan cerita dengan sangat halus dan hanya bertepuk tangan dengan sangat pelan. Dia tidak boleh memiliki mainan dengan bunyi melengking, mainan kerincing, dan balon sehingga Jayson tidak bisa menghadiri pesta anak-anak di mana terdapat banyak balon," ujar Kelly.

Kelly sendiri yang telah berkutat dengan sindrom ini sejak kecil memakai alat pacu jantung atau pacemaker. Pacemaker adalah alat buatan yang ditanam di dada seseorang dan berfungsi untuk mengatur kontraksi ritme otot jantung.

(up/up)

Berita Terkait