Tak Hanya Kulit, Mata pun Bisa 'Hangus' Terbakar Matahari

Tak Hanya Kulit, Mata pun Bisa 'Hangus' Terbakar Matahari

- detikHealth
Selasa, 05 Agu 2014 13:06 WIB
Tak Hanya Kulit, Mata pun Bisa Hangus Terbakar Matahari
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
London - Saat ke pantai atau beraktivitas di luar ruangan, satu-satunya hal yang dirasa tak boleh lupa dibawa adalah tabir surya. Tak lain demi menghindari dampak negatif dari paparan sinar matahari langsung terhadap kulit. Namun seorang pakar mengingatkan kacamata ternyata sama pentingnya.

Sebenarnya mata berada pada posisi yang aman dan relatif terlindung karena berada di dalam tengkorak dan tertutupi alis serta bulu mata. Akan tetapi perlindungan alami ini pun ada batasannya.

"Paparan sinar ultraviolet yang lebih besar terjadi di musim panas, saat kita berada di ketinggian dan perairan terbuka. Ini karena salju maupun air dapat memantulkan cahaya seperti sinar UV sehingga paparannya jadi lebih besar," tandas Raj Das-Bhaumik, dokter bedah mata dan konsultan dari Moorfields Eye Hospital, London.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan Das-Bhaumik menambahkan sinar matahari tak hanya bisa membakar kulit, tapi juga menghanguskan permukaan mata. Kondisi ini biasa disebut mata terbakar atau photokeratitis. Kerusakan ini ditandai dengan peradangan pada kornea, yang jika dibiarkan bisa menyebabkan kematian sel pada bagian mata tersebut.

Paparan sinar UV dalam waktu lama juga diduga dapat mengakibatkan gangguan mata serius. Dari sejumlah studi terhadap hewan terindikasi bahwa paparan sinar UV dapat menimbulkan kanker, snow blindness (kebutaan karena terlalu banyak melihat cahaya yang terpantul dari salju), macular degeneration (kemunduran fungsi makula atau titik pusat retina yang bertindak sebagai pusat penglihatan), hingga katarak.

Ada juga contoh kerusakan mata lain yang jelas-jelas disebabkan oleh kebiasaan tidak memakai kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan, yakni pterygium (surfer's eye). Ini adalah pertumbuhan yang abnormal pada konjungtiva atau bagian mata yang berwarna putih, akibat terlalu sering terkena sinar matahari.

"Untuk itu biasakan memakai kacamata hitam agar mata terhindar dari kerusakan akibat terkena sinar UV, terutama bila paparannya berlangsung dalam waktu lama," tegas Das-Bhaumik seperti dikutip dari BBC, Selasa (5/8/2014).

Namun jangan asal beli kacamata hitam. Belilah kacamata di optik yang terpercaya. Di optik, produknya pun bukan sembarangan karena biasanya dilengkapi dengan stiker yang mencantumkan keterangan apakah kacamata tersebut dapat melindungi Anda dari sinar UV A atau UV B.

"Jika tidak, gunakan kacamata hitam sesuai dengan kebutuhan. Misal kacamata 'polarized' (dirancang khusus dan dilapisi filter untuk menangkal cahaya tertentu seperti sinar UV) saat berada di pantai atau perairan lainnya, atau kacamata bertali untuk aktivitas olahraga," saran Das-Bhaumik.

Pastikan juga kacamata yang Anda pakai dapat menyerap sinar UV sebesar 400nm (biasanya diberi label UV 400). Kalau ragu, bawa kacamata hitam Anda ke ahli optometri yang dapat mengecek apakah lensa kacamata Anda dapat menyerap sinar yang berbahaya bagi mata atau tidak.



(lil/up)

Berita Terkait