Konsumsi Xanax Sejak SMP, Ini Risiko yang Dihadapi Marshanda

Marshanda dan Bipolar-2

Konsumsi Xanax Sejak SMP, Ini Risiko yang Dihadapi Marshanda

- detikHealth
Senin, 11 Agu 2014 18:09 WIB
Konsumsi Xanax Sejak SMP, Ini Risiko yang Dihadapi Marshanda
foto: youtube
Jakarta - Dalam sebuah wawancara di stasiun televisi Marshanda mengaku sudah mengonsumsi obat penenang Xanax sejak SMP. Hal itu dilakukannya akibat seringnya aktris yang akrab disapa Chacha tersebut mengalami kesulitan untuk tidur. Saking sulitnya tidur, Marshanda mengaku pernah menelan Xanax dua butir sekaligus.

Spesialis kesehatan jiwa dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Suryo Dharmono, SpKJ mengatakan bahwa jika dikonsumsi tanpa kontrol dokter ahli, dosis pemakaian Xanax (Alprazolam) memang bisa meningkat. Pasalnya tubuh menjadi lebih toleran terhadap efek obat penenang ini.

"Dosis obat itu diberikan disesuaikan dengan situasi kecemasan pasien. Kalau dipergunakan sendiri, beli sendiri tanpa resep dokter, dosisnya memang akan cenderung naik, bahkan bisa tidak terkontrol," ujarmya ketika dihubungi detikHealth, Senin (11/8/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilanjutkan dr Suryo, obat jenis benzodiazepine atau obat penenang memang biasanya memiliki risiko toleran dan ketergantungan yang lebih besar. Hal ini terjadi lantaran Xanax termasuk obat yang kuat dan efektif dalam menanggulangi gejala gangguan kecemasan.

Sementara itu, dr Andri SpKJ, FAPM, psikiater dari RS Omni Alam Sutera mengatakan bahwa selain gampang toleran, Xanax juga termasuk obat yang mudah menyebabkan ketergantungan. Apalagi bagi mereka yang pernah atau sering mengonsumsi alkohol dan narkoba.

"Hati-hati pakai obat Xanax ini. Pada orang yang minum alkohol atau pengguna narkoba, mereka akan lebih mudah ketergantungan dan dependant terhadap pemakaian obat," sambungnya ketika dihubungi terpisah.

dr Andri melanjutkan bahwa secara pribadi, ia termasuk dokter yang jarang memberikan resep Xanax kepada pasiennya. Selain karena risiko ketergantungan, Xanax juga sudah terlalu sering diresepkan oleh dokter umum sehingga ditakutkan saling tindih menindih.

Lalu jika mengalami gangguan kecemasan seperti panik, sulit bernapas atau jantung berdebar, apa yang harus dilakukan jika tak boleh mengonsumsi Xanax? dr Suryo menjawab bahwa satu-satunya jalan adalah dengan melakukan relaksasi.

"Ya proses relaksasi saja. Tarik napas dalam-dalam, santai, nanti setelah jantung berhenti berdebar baru coba untuk tidur," tutupnya.

(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads