Spesialis kesehatan jiwa dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Suryo Dharmono, SpKJ mengatakan bahwa jika dikonsumsi tanpa kontrol dokter ahli, dosis pemakaian Xanax (Alprazolam) memang bisa meningkat. Pasalnya tubuh menjadi lebih toleran terhadap efek obat penenang ini.
"Dosis obat itu diberikan disesuaikan dengan situasi kecemasan pasien. Kalau dipergunakan sendiri, beli sendiri tanpa resep dokter, dosisnya memang akan cenderung naik, bahkan bisa tidak terkontrol," ujarmya ketika dihubungi detikHealth, Senin (11/8/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dr Andri SpKJ, FAPM, psikiater dari RS Omni Alam Sutera mengatakan bahwa selain gampang toleran, Xanax juga termasuk obat yang mudah menyebabkan ketergantungan. Apalagi bagi mereka yang pernah atau sering mengonsumsi alkohol dan narkoba.
"Hati-hati pakai obat Xanax ini. Pada orang yang minum alkohol atau pengguna narkoba, mereka akan lebih mudah ketergantungan dan dependant terhadap pemakaian obat," sambungnya ketika dihubungi terpisah.
dr Andri melanjutkan bahwa secara pribadi, ia termasuk dokter yang jarang memberikan resep Xanax kepada pasiennya. Selain karena risiko ketergantungan, Xanax juga sudah terlalu sering diresepkan oleh dokter umum sehingga ditakutkan saling tindih menindih.
Lalu jika mengalami gangguan kecemasan seperti panik, sulit bernapas atau jantung berdebar, apa yang harus dilakukan jika tak boleh mengonsumsi Xanax? dr Suryo menjawab bahwa satu-satunya jalan adalah dengan melakukan relaksasi.
"Ya proses relaksasi saja. Tarik napas dalam-dalam, santai, nanti setelah jantung berhenti berdebar baru coba untuk tidur," tutupnya.
(up/up)











































