Memaksa Tersenyum Saat Sedang Sedih, Efeknya Bisa ke Otak

Memaksa Tersenyum Saat Sedang Sedih, Efeknya Bisa ke Otak

- detikHealth
Selasa, 12 Agu 2014 08:31 WIB
Memaksa Tersenyum Saat Sedang Sedih, Efeknya Bisa ke Otak
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Hong Kong - Jika seseorang terbiasa tersenyum saat sedih, menurut penelitian terbaru hal tersebut tidak membawa efek baik. Memaksa tersenyum saat sedih malah dapat membuat perasaan buruk berlipat.

Pemimpin studi dari Hong Kong University Science and Technology, Anirban Mukhopadhyay mengatakan cobalah menunggu rasa sedih hilang sebelum mencoba untuk tersenyum.

Menurut Mukhopadhyay, saat seseorang memaksa untuk tersenyum otak akan menghubungkan perasaan buruk dengan senyuman. Jika dilakukan berulang, saat orang tersenyum bukan rasa senang yang dirasakan melainkan pengalaman pahit.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi dilakukan dengan melakukan tiga eksperimen. Pada eksperimen pertama 108 orang mengisi kuesioner mengenai seberapa sering mereka tersenyum dan merasa senang dalam hidup. Tes kedua dilakukan pada 63 orang dengan menunjukkan gambar-gambar lucu yang kemudian ditanyakan pada mereka apakah gambar tersebut lucu. Tes terakhir dilakukan pada 85 orang yang diminta untuk mengisi kuesioner dalam situasi apa mereka merasa senang.

Hasil penelitian menunjukkan mereka yang tersenyum saat senang merasa lebih baik daripada mereka yang terbiasa tersenyum saat sedih.

"Di antara orang yang melihat senyum sebagai sesuatu yang proaktif dan menyebabkan kebahagiaan, sering tersenyum menghasilkan rasa kesejahteraan yang kurang. Di sini tersenyum menjadi bumerang," tulis Mukhopadhyay dalam penelitiannya seperti dikutip dari Journal of Experimental Social Psychology 2014, Selasa (12/8/2014).

(up/up)

Berita Terkait