Selamat! 135 Tenaga Puskesmas Teladan Dapat Laptop dari Kemenkes

Selamat! 135 Tenaga Puskesmas Teladan Dapat Laptop dari Kemenkes

- detikHealth
Jumat, 15 Agu 2014 07:35 WIB
Selamat! 135 Tenaga Puskesmas Teladan Dapat Laptop dari Kemenkes
Jakarta -

Guna membangkitkan motivasi para petugas di layanan primer, Kementerian Kesehatan kembali memberikan penghargaan bagi tenaga kesehatan teladan. Tahun ini, 135 tenaga kesehatan di Puskesmas mendapat masing-masing 1 unit laptop dan tabungan Rp 15 juta.

Hadiah tersebut disampaikan secara simbolis oleh Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dalam penganugerahan tenaga kesehatan teladan di Gedung Kemeneterian Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis malam (14/8/2014).

"Diharapkan ini menjadi motivasi dan meningkatkan minat tenaga kesehatan untuk bekerja di Puskesmas," kata Menkes, seperti ditulis Jumat (15/8/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

135 Tenaga kesehatan Puskesmas teladan dari 34 provinsi yang mendapatkan penghargaan berasal dari 4 kategori. Pertama adalah tenaga medis yang terdiri dari dokter dan dokter gigi, kedua tenaga keperawatan yakni perawat dan bidan.

Kategori ketiga adalah tenaga kesehatan masyarakat yakni sanitarian, epodemologi kesehatan, entomolog kesehatan, penyuluh kesehatan, asisten apoteker, analis laboratorium, sedangkan kategori terakhir adalah tenaga gizi yakni nutrisionis dan dietetik.

"Tabungan ini senilai 1 unit sepeda motor, silakan dibelikan motor untuk menunjang pekerjaan. Yang di kepulauan, bisa untuk beli perahu," pesan Sekretaris Jendral Kemenkes, Supriyantoro.

Pengendalian Tiroid

Dalam kesempatan yang sama, Kemenkes juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan farmasi PT Merck Indonesia. Kedua pihak sepakat melaksanakan upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran bagi masyarakat dan tenaga kesehatan terkait penyakit tiroid.

Pada anak-anak, penyakit tiroid yang disebabkan oleh kekurangan yodium menyebabkan penurunan fungsi kognitif sehingga kemampuan belajarnya menurun. Sedangkan pada perempuan usia subur, kondisi ini bisa memicu ketidaksuburan dan pada ibu hamil bisa memicu retardasai mental pada anak yang dilahirkannya.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan risiko kekurangan iodium pada anak usia 6-12 tahun sebesar 14,9 persen. Pada perempuan usia subur sebesar 22,1 persen, pada ibu hamil sebesar 24,3 persen, dan pada ibu menyusui sebesar 23,9 persen.

Data yang sama juga mengungkap prevalensi hipertiroid sebesar 0,4 persen.

(up/up)

Berita Terkait