Fast food seperti burger dan donat memang enak dan praktis. Namun kandungan garam dan gulanya yang berlebihan sudah dipastikan bisa menyebabkan obesitas bila dikonsumsi secara berlebihan. Lantas bagaimana meredam keinginan untuk makan fast food?
Sebuah studi menemukan orang dewasa yang kelebihan berat badan sekaligus kurang tidur rata-rata butuh 96 menit waktu ekstra untuk tidur tiap malamnya.
Dengan waktu ekstra tersebut, keinginan untuk makan makanan manis dan asin seperti fast food akan menurun hingga 62 persen. Nafsu makan mereka juga akan berkurang sebanyak 14 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya rata-rata partisipan tidur selama kurang dari 6,5 jam tiap malam. Setelah itu, masing-masing dari mereka diminta melaporkan tentang kebiasaan tidur, lingkungan rumah dan gaya hidupnya.
Dua pekan berikutnya, partisipan diminta untuk mengikuti saran peneliti agar dapat mengoptimalkan tidur mereka. Tipsnya antara lain mengurangi jam nonton TV atau main internet sebelum tidur.
Di akhir studi, rata-rata partisipan menambah jam tidurnya sebanyak 96 menit setiap malam. Mereka juga mengaku tidak ngantukan dan lebih berenergi di pagi hari. Di sisi lain, mereka jadi tak mudah lapar dan tak lagi gemar mengonsumsi makanan manis atau bergaram.
"Kalau kita kurang tidur, kita akan cenderung mencari kompensasi berupa tambahan energi dengan makan. Tapi karena yang banyak tersedia adalah fast food, maka kita lebih memilih makanan yang tak sehat dan memakannya dengan porsi yang berlebihan," terang peneliti Dr Esra Tasali dari University of Chicago Medicine seperti dikutip dari jurnal Appetite, Jumat (15/8/2014).
Namun Dr Tasali memastikan keinginan itu akan pudar dengan menambah jam tidur. "Kebanyakan orang merasa punya banyak tanggungan sehingga tak punya waktu untuk tidur. Padahal ini harus dipaksakan, terutama bila kita tak ingin mengalami obesitas," tutupnya.
(up/ajg)











































