Tukang Cuci Jendela RS 'Berubah' Jadi Superhero Demi Anak-anak Sakit

Tukang Cuci Jendela RS 'Berubah' Jadi Superhero Demi Anak-anak Sakit

- detikHealth
Sabtu, 16 Agu 2014 12:02 WIB
Tukang Cuci Jendela RS Berubah Jadi Superhero Demi Anak-anak Sakit
Foto: Mayo Clinic
Jakarta - Robert Corcoran mengaku telah menjadi tukang cuci jendela selama 35 tahun. Pria yang menjadi bagian dari ISS Facility Services ini ditugaskan untuk membersihkan jendela di rumah sakit milik Mayo Clinic. Namun ia mengaku bisa berubah menjadi superhero. Kok bisa?

Suatu ketika seorang staf dari Mayo Clinic bernama Charlie Kleber berupaya menggelar sebuah event khusus untuk menghibur pasien anak di Mayo Clinic Children's Center. Kleber pun memilih sejumlah tukang cuci jendela andalan untuk berperan sebagai superhero.

Bersama sejumlah rekannya, Corcoran mencoba menghibur pasien anak-anak di Mayo Clinic Children's Center dengan mengenakan kostum superhero, di antaranya Batman, Spiderman, Superman, The Hulk dan Iron Man. Corcoran sendiri mengenakan kostum Batman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi pertama mereka adalah bergelantungan di jendela sehingga seakan-akan mereka terbang. Lantas turun dan masuk ke dalam klinik untuk menemui para pasien anak yang antusias ingin bertemu dengan mereka.

Kebanyakan para pasien anak ini terkejut dan gembira bukan main karena bisa bertemu langsung dengan pahlawan favorit mereka.

"Saya hampir menangis terharu karena apa yang kami lakukan ternyata begitu berarti bagi mereka," imbuh John Carroll, rekan Corcoran yang kebagian berperan sebagai Spiderman, seperti dikutip dari www.mayoclinic.org, Sabtu (16/8/2014).

Selain menyalami seluruh pasien di klinik tersebut, mereka juga memberikan tanda tangan dan bersedia diajak foto bersama oleh para pasien anak.

Namun yang menjadi 'bintang tamu' yang sesungguhnya di hari itu adalah seorang pasien bernama Claire Strawman. Pada bulan April tahun ini, remaja yang masih berusia 13 tahun itu baru saja menjalani transplantasi paru-paru dan jantung. Ia pun menjadi pasien termuda di Mayo Clinic yang menjalani cangkok dua organ sekaligus.

Di tengah acara, Strawman mengisahkan perjuangannya sejak mengalami kegagalan organ paru-paru hingga akhirnya dicangkok. Belum berhenti sampai di situ, ternyata tubuh remaja ini menolak kedua organ barunya sehingga ia membutuhkan obat-obatan imunosupresan untuk mencegah hal itu terulang kembali.

Strawman pun terpaksa berada di ICU saat para pahlawan kebanggaan ini 'berkunjung' ke Mayo Clinic. "Siapa sangka, hanya dengan melihat pahlawan-pahlawan itu, ia bisa tersenyum lebar," kata sang ibu, Ellen.

(iva/up)

Berita Terkait