Di samping kecanduan internet (tentu saja), ternyata ada gangguan baru yang menghinggapi fisik dan mental si penggemar internet. Simak lanjutan paparan tentang gangguan yang dimaksud, seperti halnya dirangkum detikHealth, Selasa (26/8/2014) berikut ini.
1. Depresi Facebook
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Bila sudah ekstrem, sebagian pengidap Depresi Facebook biasanya sampai melakukan penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan, menyakiti diri sendiri atau mengalami gangguan makan.
2. Gameboy Back
|
Ilustrasi (Foto: Getty Images)
|
Keduanya juga mengungkapkan, umumnya Gameboy Back paling sering terlihat pada anak-anak dan remaja usia 8-18 tahun. "Pada dasarnya, ini seperti menumbuhkan pohon bonsai: karena respons tulang sama halnya dengan kayu. Jika Anda memaksanya ke arah tertentu dalam waktu lama, maka ia akan tumbuh seperti itu," terang van Loon.
3. Computer Vision Syndrome
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Gejalanya adalah mata lelah dan perih. "Obatnya ya matanya diistirahatkan. Setiap satu jam menatap layar komputer, istirahatkan mata dengan memandang sesuatu yang jaraknya jauh (6-20 meter) selama lima menit," tutur dokter mata yang berpraktik di RSCM Kirana itu.
Bisa juga dengan melihat tanaman atau sesuatu yang simpel dan berwarna hijau seperti wallpaper di komputer.
4. WhatsAppitis
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Dari pemeriksaan, diketahui bahwa pasien itu tidak memiliki riwayat trauma atau kecelakaan. Wanita berusia 34 tahun tersebut juga tidak terlibat dalam aktivitas fisik berat pada hari sebelumnya.
Setelah diusut melalui perbincangan langsung dengan pasien, rupanya rasa nyeri pada kedua lengan si pasien itu ditimbulkan oleh penggunaan WhatsApp.
"Pasien itu sedang bertugas pada 24 Desember lalu saat Natal, dan hari berikutnya ia menjawab seluruh pesan yang dikirim ke ponsel pintarnya melalui layanan pesan instan WhatsApp. Ia menggenggam ponselnya, yang memiliki berat 130 gram, paling tidak selama enam jam," tutur dokter itu.
Selain WhatsAppitis, terdapat beberapa cedera atau gangguan lain akibat penggunaan piranti canggih. Misalnya Nitendoitis yang diakibatkan karena terlalu banyak menekan tombol gamepad, serta tenosinovitis yang disebabkan terlalu banyak berkirim pesan singkat dengan ponsel.
5. Social Jetlag
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Biasanya, social jetlag terjadi di awal minggu setelah sebelumnya seseorang bisa lebih santai di akhir pekan. Durasinya mencapai dua sampai tiga jam. Meski demikian, diyakini social jetlag terjadi akibat ketergantungan seseorang terhadap teknologi.
"Menonton TV atau menggunakan komputer, ponsel, dan perangkat elektronik lain di kamar tidur bisa membuat Anda tidur larut malam padahal Anda harus mendapat waktu tidur yang cukup," tutur ahli psikologi tidur dari Victoria University, Profesor Dorothy Bruck.
6. Text Neck
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Dr Fishman mengaku menemukan istilah ini setelah memeriksa seorang pasien berusia 17 tahun di tahun 2008. Pasien ini datang dengan keluhan sakit kepala dan leher. "(Rupanya) remaja ini sering duduk di kursi dan posisi tubuhnya membungkuk untuk melihat layar smartphone," terang Fishman.
Mengapa ini bisa terjadi? Dr Fishman menjelaskan, rata-rata kepala manusia memiliki berat 10 kg dalam posisi normal. Jadi setiap satu inci Anda membungkukkan kepala, tekanan tulang belakang jadi berlipat ganda.
"Jadi ketika Anda sedang menatap layar smartphone di pangkuan Anda, leher seperti mengangkat beban 20-30 kg," tambah Fishman. Tak heran leher jadi terbebani karenanya, sehingga kemudian muncul nyeri yang kadang merembet ke kepala.
Halaman 2 dari 7











































