Ini bukan cat kuku biasa. Empat mahasiswa ilmu kimia dari North Carolina State University mengklaim berhasil menciptakan cat kuku yang dapat berubah warna bila berinteraksi dengan obat-obatan yang bisa dipakai para pria untuk melumpuhkan wanita dan memerkosanya, seperti obat tidur.
Cat kuku ini kemudian diberi nama Undercover Colors.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan warna itulah yang memastikan bilamana wanita yang bersangkutan bisa jadi berada dalam bahaya, apalagi jika ia tengah bersama pria yang (ternyata) berniat buruk kepadanya.
Keempat pria muda ini mengaku terinspirasi untuk menciptakan produk semacam ini setelah mengetahui hasil survei terbaru dari Departemen Kehakiman dan Departemen Pertahanan. Survei tentang kekerasan seksual ini memprediksi 18 persen wanita Amerika akan mengalami pelecehan seksual untuk seumur hidup mereka.
"Mereka bisa jadi anak-anak kita, orang yang kita kasihi atau bahkan teman-teman kita sendiri. Kami tak ingin itu terjadi. Kendati begitu, cat kuku ini masih dalam tahap awal pengembangan." imbuh salah satu peneliti, Stephen Gray seperti dikutip detikHealth dari laman Facebook mereka, Selasa (26/8/2014)
Tim ini juga mengaku tengah mengumpulkan sumbangan dana untuk membiayai riset mereka.
Bukan sekali ini teknologi pencegah perkosaan atau tindak kekerasan pada wanita diciptakan. Sebelumnya, di tahun 2011 ilmuwan Israel mengembangkan sebuah sedotan yang dapat menyala ketika menemukan ada campuran obat tidur di dalam minuman.
Dua tahun kemudian juga diciptakan sebuah gelas yang tampilannya dapat berubah ketika diisi dengan minuman yang telah dicampur obat berbahaya. Ada juga celana anti-pemerkosaan yang dilengkapi dengan sabuk di sekitar pinggang dan tidak mudah disobek.
(lil/ajg)











































