Dikutip dari ABC Australia pada Rabu (27/8/2014), Stadnyk yang sempat memegang gelar pria tertinggi di dunia pada tahun 2007 sengaja melepaskan gelar tersebut untuk hidup dalam ketenangan. Ia menolak untuk diukur tingginya dan Guinness World Records terpaksa memberikan gelar tersebut pada seorang warga China Bao Xishun dengan tinggi 2,36 meter.
Tubuh Stadnyk terus bertambah tinggi akibat kelenjar tumor pada otak terus menerus mengeluarkan hormon pertumbuhan sepanjang hidupnya. Kesehatannya semakin memburuk saat Stadnyk merasa semakin sulit untuk berjalan dan memaksanya berhenti bekerja sebagai dokter hewan. Setelah berhenti bekerja Stadnyk menyibukkan diri dengan berkebun dan merawat ternak.
Pada hari Minggu akhirnya tubuh Stadnyk menyerah. Ia mengalami pendarahan otak dan nyawanya tidak bisa diselamatkan.
Selama hidupnya Stadnyk menjalani kehidupan yang tenang di rumah ibunya di Podolyantsi, sebuah desa di wilayah utara Zhytomyr, Ukraina. Stadnyk selalu mengasingkan diri akibat perawakannya dan ia mengatakan tubuhnya itu membuat dirinya menderita.
Sumbangan dari orang lain kadang datang untuk membantu Stadnyk menyusaikan diri. Stadnyk pernah menerima komputer yang didesain spesial untuknya pada tahun 2008. Mantan Presiden Ukraina Viktor Yushchenko juga pernah menghadiahkannya mobil yang telah dimodifikasi.
(up/up)











































