Kamis, 28 Agu 2014 08:33 WIB

Jangan Sepelekan Maag yang Tak Sembuh-sembuh, Bisa Jadi Itu Kanker Hati

- detikHealth
Illustrasi: Thinkstock Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Kanker hati merupakan penyebab kematian terbesar kedua di Asia Pasifik. Muncul tanpa gejala pada stadium awal, penyakit ini kerapkali baru terdeteksi pada stadium lanjut saat kondisinya sudah tidak bisa diobati lagi.

Saat mulai muncul keluhan pun, terkadang sulit membedakan gejala kanker hati dengan gangguan pencernaan. Bahkan oleh dokter sekalipun, keluhan nyeri perut di bagian atas maupun kembung seringkali didiagnosis hanya sebagai penyakit maag.

"Baru setelah setahun maag tidak sembuh-sembuh, diperiksa dokter liver ternyata kanker hati," kata Prof Dr LA Lesmana, SpPD-KGEH, pakar hati dari RS Cipto Mangunkusumo dalam temu media bersama Bayer di Menteng, Jakarta Pusat, seperti ditulis Kamis (28/8/2014).

Prof Lemana mengingatkan, pemeriksaan harus selalu dilakukan dengan sangat teliti. Keluhan di lambung jangan hanya dianggap penyakit lambung, sebab besar pula kemungkinan berhubungan dengan organ lain seperti pankreas dan terutama hati.

Pemeriksaan yang cermat dapat mengurangi risiko kematian akibat kanker yang terlanjur memburuk. Diagnosis sedini mungkin akan memperbesdar peluang untuk melenyapkan kanker, atau paling tidak menghambat semakin memburuknya kerusakan hati.

Data dari RS Cipto Mangunkusumo dan RS Medistra Jakarta menunjukkan, 60 persen kasus kanker hati terdeteksi pada stadium non-kuratif atau sudah tidak mungkin disembuhkan. Pada kondisi seperti ini, terapi paliatif umumnya lebih banyak menjadi pilihan. Tujuannya menghambat semakin memburuknya kondisi penyakit dan memperpanjang harapan hidup pasien.

(up/up)