Demikian disampaikan oleh Menteri Kesehatan RI, dr Nafsiah Mboi, SpA, MPH, dalam Rakor Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi di Gedung Kemenko Kesra, Jakarta, seperti ditulis Jumat (29/8/2014).
"Lansia mungkin tidak lagi berkontribusi, dalam hal ini maksudnya yang wanita sudah tidak hamil, namun demikian karena dia pernah memberi kontribusi pada generasi muda maka kita berkewajiban juga meningkatkan status gizi mereka," tegas Nafsiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak cuma pada lansia, Nafsiah juga menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada anak usia sekolah. Salah satunya melalui kantin sehat dan informasi gizi di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
"Sedikit sekali perhatian terhadap gizi dan kesehatan anak-anak sekolah. Masih sering terjadi penurunan gizi maupun kesehatan anak sekolah," tuturnya.
Menurut Nafsiah, percuma jika hanya terlalu fokus pada gizi dan kesehatan sampai usia balita. Sebab saat remaja hingga memasuki usia untuk hamil, seorang wanita memerlukan kondisi fisik yang sehat. Nah, kondisi seperti inilah yang faktanya memerlukan gizi sempurna.
"Yang kita harapkan tentu generasi berikutnya semakin lama semakin baik gizinya. Kalau cuma sampai balita, nanti pas remaja not good enough gizinya saat hamil," tutup Nafsiah.
(ajg/up)











































