Dalam sambutannya, Nafsiah merasa sangat bangga sebab empat tahun lalu dr Supriyantoro mengambil keputusan besar yakni berpindah haluan dari TNI AD menjadi pegawai negeri sipil, dengan bergabung bersama keluarga besar kemenkes.
"Terutama dr Pri sudah berjuang dalam proses pengembangan, lahirnya dan pelaksanaan program JKN yang dikelola BPJS. Saya yakin sampai tadi malam, sebelum saudara melepas jabatan. Saudara masih membalas email-email yang masuk terkait diskusi pelaksanaan JKN," tutur Nafsiah di kantor kemenkes, Kuningan, Jakarta, Jumat (29/8/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berhak dong emosional seperti itu. Bagi saya, dr Pri adalah anak saya, jadi wajar kalau saya memiliki ikatan emosional dengan beliau," kata Nafsiah ketika ditanya mengapa terlihat sedih dan terharu saat memberi apresiasi pada dr Supriyantoro.
Berdasarkan SK Presiden nomor 99/M tahun 2014, dr Untung menggantikan jabatan dr Supriyantoro sejak 1 September 2014. "Saya berharap dr Untung bisa melaksanakan amanah dan mengemban kepercayaan negara sebagai motor penggerak pembangunan kesehatan guna meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas masyarakat Indonesia," pesan Nafsiah.
Sebab berada di posisi strategis, Nafsiah mengingatkan wajib bagi dr Untung menjalankan koordinasi pembinaan untuk mendukung administrasi di seluruh lingkungan kemenkes dan mendorong terjalinnya kerjasama dengan kementerian lain.
"Selain melanjutkan program yang telah dirintis pejabat sebelumnya, lakukanlah inovasi sehingga program kesehatan kita bisa berjalan dengan baik dan berkesinambungan demi tercapainya derajat kesehatan masyarakat Indonesia," tandas Nafsiah.
(rdn/up)











































