Media sosial membuat hal-hal yang tidak mungkin menjadi lebih mudah untuk dijangkau. Termasuk ketika seseorang diam-diam ingin mengetahui segaal hal tentang mantan kekasihnya alias stalking. Tapi jangan salah, sering stalking mantan sampai tak bisa move on bisa bikin depresi lho.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh situs Pencourage.com, banyak wanita yang belum bisa move on dari mantan kekasihnya sengaja membuat akun palsu. Alasannya simpel saja, hanya untuk bisa stalking aktivitas yang dilakukan si mantan.
Penelitian dilakukan dengan mengajak 2.000 wanita untuk mencurahkan isi hatinya di jurnal web tersebut. Hasilnya, lebih dari 30% wanita masih berteman dengan mantan pacarnya. 22% masih menggunakan akun palsu untuk melakukan stalking. Niat stalking yang awalnya untuk melihat apakah sang mantan sudah bahagia dengan kehidupan barunya, justru malah bisa membuat Anda menjadi tambah depresi dan merasa kesepian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dr Sinclair mengakses media sosial dan stalking kerap dilakukan saat wanita sedang merasa bosan dan tak ada pekerjaan lain untuk dilakukan. Saat menyadari mantan pacarnya sudah memiliki kehidupan yang lebih baik, tak jarang wanita menjadi semakin murung, sedih, dan merasa rendah diri.
Menurut psikolog anak dan remaja dari Klinik Tumbuh Kembang Kancil, Alzena Masykouri, M.Psi, agar mudah move on usai putus cinta, coba alihkan perasaan tidak nyaman dengan melakukan aktivitas yang disukai atau menguras energi, misalnya olahraga, beres-beres rumah, menulis cerita, dan kegiatan bermanfaat lainnya.
"Nikmati. Perasaan nyaman dan nggak nyaman perlu dinikmati dan dimaknai," ucap Zena kepada detikHealth dan ditulis pada Jumat (29/9/2014).
(rdn/up)











































