Kondisi yang dialami oleh Hannah disebut Prader Willi Syndrome (PWS), di mana pada tingkat ekstrim pengidap secara harfiah dapat meninggal akibat terlalu banyak makan. Hal tersebut disebabkan karena tubuh seseorang dengan PWS kehilangan kemampuan untuk merasa kenyang saat makan.
Psikolog dari Cambridge, Tonny Holland mengatakan PWS adalah sindrom yang muncul dari akibat kelainan gen. Saat kromosom tumbuh berkembang, sebagian informasi genetik dari kromosom 15 hilang sehingga menyebabkan PWS. Kondisi ini secara statistik diidap oleh 1 dari 16.000 orang di dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kasus yang dialami oleh Hannah, Ibunya, Tonya Wilkinson mengatakan selalu mengawasi pola makan Hannah. Tonya menggunakan gembok pada kulkas dan dapur rumahnya agar akses makanan terbatas.
"Dia akan makan sampai mati. Saya pernah menangkap basah ia sedang memakan makanan anjing," ujar Tonya menjelaskan kejadian saat dirinya lengah mengawasi Hannah.
Tiap hari Tonya mengaku selalu diminta untuk menyediakan makanan oleh Hannah. Untuk mengakali sindrom yang diidap putrinya, Tonya akan memakan waktu lama menyiapkan makanan dan hanya menyajikan makanan sehat seperti buah-buahan. Meskipun demikian cara tersebut tidak terlalu membantu dan Hannah tetap memiliki obesitas.
Terapi menggunakan hormon pertumbuhan manusia atau human growth hormone (HGH) dalam beberapa studi dikatakan dapat membantu PWS meski tidak menyembuhkan total. Pengawasan dan kontrol makan yang ketat disebut dokter adalah cara yang paling efektif untuk menjaga pengidap PWS dari obesitas yang membahayakan.











































