Jadi Duta Sanitasi, Bocah SD di Pulau Ende Wajib Ajari Temannya PHBS

Jadi Duta Sanitasi, Bocah SD di Pulau Ende Wajib Ajari Temannya PHBS

- detikHealth
Selasa, 02 Sep 2014 11:10 WIB
Jadi Duta Sanitasi, Bocah SD di Pulau Ende Wajib Ajari Temannya PHBS
Foto: Radian /detikHealth
Ende, Flores - Perubahan perilaku hidup bersih nyatanya tak hanya bisa dilakukan orang dewasa saja lho. Sebab, di Pulau Ende, Flores, dengan menjadi duta sanitasi anak-anak bisa mengajari teman dan keluarganya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Seperti penuturan salah satu duta sanitasi, Ati Uspanisi (11) yang mengaku senang bisa menjadi duta sanitasi karena bisa mengajak orang di sekitarnya berperilaku hidup bersih dan sehat. Setahun lalu, dengan sukarela Ati mengajukan diri menjadi duta sanitasi.

"Kami memang suka bidang kesehatan. Asyik saja kalau bisa ngajarin orang lain untuk lebih bersih," kata Ati ditemui usai Serah Terima Fasilitas Air Bersih dan Sanitasi' oleh Coca Cola Foundation kepada pemerintah kabupaten Ende di pulau Ende, Ende, Flores, NTT, dan ditulis pada Selasa (2/9/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PHBS yang diajarkan para duta sanitasi di antaranya membiasakan cuci tangan, kaki, dan menggosok gigi sebelum tidur, cuci tangan pakai sabun, tidak minum air yang belum dimasak, dan tidak buang air sembarangan. Murid yang mengajukan diri menjadi duta sanitasi pun mengajukan diri dengan sukarela.

Lalu, adakah teman yang bandel ketika diajari melakukan PHBS? "Nggak ada, semuanya nurut," kata Trisnawati (11), duta sanitasi yang berasal dari sekolah yang sama dengan Ati di MIS Nurul Ummah, Kampung Batu, Pulau Ende.

Program duta sanitasi dibuat untuk mendukung program perbaikan sanitasi dan air bersih melalui desalinator dan water filter yang diusung Coca Cola Foundation Indonesia (CCFI) dengan pelaksana Mercy Corps Indonesia. Di mana CCFI merupakan mitar dari Kantor Utusan Khusus Presiden untuk MDG's (Kujpri MDG's) dalam membenahi masalah sanitasi dan akses air bersih.

Dari tiap sekolah akan dipilih lima orang duta sanitasi yang diharapkan bisa menularkan PHBS kepada orang di sekitarnya, terutama teman dan keluarga. Untuk mendukung gerakan cuci tangan pakai sabun, disediakan pula ember berisi air yang dipasangi keran.

"Jadi duta sanitasi bisa memberi contoh dan mengajak teman-temannya untuk cuci tangan pakai sabun. Mereka akan diajar enam langkah cuci tangan dan diiringi dengan lagu khas daerah sini," terang dr Sri Putrinesia dari Pencerah Nusantara yang berada di bawah naungan Kukpri MDG's.

Nah, dikatakan camat Pulau Ende, Sahab, diharapkan program perbaikan lingkungan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat bisa dikelola dengan baik oleh warganya dan dapat dipertahankan. Maka dari itu tak hanya lewat duta sanitasi, dibentuk pula kelompok kerja (Pokja) yang terdiri dari kader-kader tiap desa.

"Jadi kader-kader ini akan mengadakan pertemuan rutin sebulan sekali dengan pencerah nusantara untuk membahas program yang sudah berlangsung. Untuk pembimbingan ke warga lain bisa dilakukan lebih dari sebulan sekali," papar salah satu tim pokja Aiman.

Di pulau Ende terdiri dari 9 desa. Masing-masing desa mengirimkan 7 kader sehingga total ada 63 anggota pokja. Di pulau Ende sendiri terdiri dari 2.500 kepala keluarga dengan jumlah penduduk 8.250 jiwa.

(rdn/up)

Berita Terkait