Agar Mau Pilih Makanan Sehat, Otak Bisa Diajari Lho

Agar Mau Pilih Makanan Sehat, Otak Bisa Diajari Lho

- detikHealth
Kamis, 04 Sep 2014 11:34 WIB
Agar Mau Pilih Makanan Sehat, Otak Bisa Diajari Lho
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Massachusetts, AS - Konon sulit untuk mendorong seseorang untuk berhenti makan junk food karena sifatnya yang adiktif alias bikin ketagihan. Namun sekelompok peneliti dari Amerika mengklaim otak para pecandu makanan tak sehat ini sebenarnya dapat dilatih agar bisa memilih makanan sehat lho.

Peneliti dari Tufts University berani menyimpulkan hal itu setelah melakukan scanning otak pada 13 partisipan pria dan wanita yang mengalami kelebihan berat badan. Yang mereka amati dengan seksama adalah bagian otak mereka yang mengatur kegemaran seseorang pada makanan atau sesuatu, yang biasa disebut 'reward centre'.

8 orang di antaranya diminta ikut serta dalam sebuah program penurunan berat badan rancangan peneliti. Dalam program ini, tiap peserta diubah preferensi makanannya dari yang semula tinggi karbo menjadi rendah karbo, serta tinggi serat dan protein.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka juga dilatih menahan lapar karena pada saat lapar itulah keinginan untuk mengonsumsi junk food sedang tinggi-tingginya, dan makanan apapun, terutama yang berlemak atau berkalori tinggi jadi terlihat menggiurkan. Sebagai pembanding, kelima partisipan lainnya dibiarkan apa adanya. Kedua kelompok partisipan ikut serta dalam penelitian ini selama enam bulan lamanya.

Benar saja, setelah dipindai dengan MRI (magnetic resonance imaging) ditemukan adanya perubahan pada bagian otak yang mengatur kecanduan makanan tadi, terutama pada partisipan yang ikut diet khusus.

Buktinya, ketika peneliti memperlihatkan beberapa gambar makanan rendah kalori yang menyehatkan, bagian reward pada otak kelompok partisipan tersebut menunjukkan peningkatan reaksi. Di saat yang bersamaan, ketika mereka diperlihatkan makanan berkalori tinggi, sensitivitas di bagian otak tersebut cenderung menurun.

"Manusia tidak lahir tahu-tahu menyukai kentang goreng dan junk food atau membenci makanan sehat. Kondisi ini terjadi dari waktu ke waktu karena mereka memakannya berulang kali," tandas salah satu peneliti, Prof Susan B Roberts seperti dikutip dari BBC, Kamis (4/9/2014).

Dengan hasil yang diperoleh studi ini, Prof Roberts yakin otak bisa diajari untuk menyukai atau memilih makanan yang lebih menyehatkan.



(lil/up)

Berita Terkait