Selanjutnya posisi kedua ditempati Provinsi Jawa Tengah dengan 2,1 orang dari 1.000 orang. Ketiga adalah Provinsi Bali dengan 2,0 orang dari 1.000 orang.
"Kami menarget, sebanyak 5 ribu perempuan di DIY bisa mengikuti Pap Smear," kata Kepala BPJS Divisi Regional Jateng-DIY, Andayani Budi Lestari dalam acara "Gerakan Nasional Promotif Preventif, Deteksi Dini Kanker Leher Rahim," di Bangsal Kepatihan Kompleks Kantor Gubernur DIY, seperti ditulis Jumat (5/9/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan adanya deteksi dini terhadap penderita kanker serviks dapat menurunkan risiko kematian dan meningkatkan kualitas hidup kaum perempuan," katanya.
Dia mengatakan target pasien yang diperiksa adalah perempuan pemilik kartu BPJS yang berusia di atas 30 tahun atau pernah melakukan hubungan seks sekitar 3 tahun yang lalu. Pemilik kartu BPJS bisa dilayani di 289 fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Total pemilik kartu BPJS yang terdaftar di DIY sampai Agustus 2014 ada 2.175.540 orang.
"Kami juga bekerja sama dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) cabang Yogyakarta, pemeriksaan akan membuka layanan pemeriksaan Pap Smear di YKI cabang DIY pada setiap Selasa-Kamis dari pukul 14.00-16.00 WIB dan Sabtu pada pukul 10.00-12.00 WIB," katanya.
Dia menambahkan kanker leher rahim disebabkan virus yang menyerang leher rahim (Human Papillomavirus). Infeksi virus tersebut sering menyerang perempuan berusia di atas 40 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan perempuan di bawah 40 tahun juga dapat terserang.
Menurut dia, faktor penyebab kanker serviks antara lain kurangnya pengetahuan tentang gejala dan penanganan terhadap kanker serviks, kurangnya pola hidup bersih dan sehat.
"Faktor lain adalah lingkungan sosial dan perilaku seks di luar pernikahan juga menjadi faktor lain yang meningkatkan risiko perempuan menderita kanker serviks," katanya.











































