Sesaat setelah memakan sepotong pai bluberi, wajah bocah yang tak disebutkan namanya ini mulai memerah, dan sesak napas. Beruntung ia bisa langsung dilarikan ke rumah sakit dan mendapat pengobatan, termasuk obat pereda reaksi alergi seperti epinephrine dan pulih.
Tim dokter kemudian memeriksa apa penyebab reaksi alergi pada bocah malang ini. Ternyata bocah ini memang alergi pada susu, namun anehnya pai bluberi ini tidak mengandung susu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usut punya usut, pai bluberi tersebut mengandung residu antibiotik yang biasanya dipakai sebagai pestisida untuk tanaman buah seperti bluberi. Di beberapa negara, penggunaan antibiotik dalam pertanian memang dilarang, namun di Kanada dan AS, praktik semacam ini sah-sah saja.
Hal ini dipastikan dengan hasil tes, yang menyatakan bocah tersebut memang alergi pada antibiotik untuk pestisida bluberi, yakni streptomycin.
"Reaksi alergi karena antibiotik dalam makanan seperti daging dan susu ini langka tapi memang pernah terjadi. Namun baru kali ini ada kasus reaksi alergi karena antibiotik yang terkandung dalam buah," kata peneliti, Dr Anne Des Roches seperti dikutip dari Livescience, Jumat (5/9/2014).
Lagipula menurut pakar alergi dari CHU Sainte-Justine, klinik yang berafiliasi langsung dengan University of Montreal, Quebec, reaksi alergi karena antibiotik yang terkandung dalam makanan kerapkali sulit didiagnosis. Hal ini disebabkan dokter yang menemukan kasus semacam ini tak bisa langsung mengecek dari label produk yang dikonsumsi pasien.
"Mereka harus mengirim sampel ke lab khusus agar bisa dianalisis," imbuhnya.











































