Hanya dengan minum kopi, konon seseorang yang tidak bisa lepas dari rokok bisa menghentikan kebiasaannya itu. Kopi yang beredar di pasaran ini disebut terbuat dari campuran 7 tanaman herbal dan bubuk kopi.
Kopi yang satu ini sebenarnya diproduksi di Malaysia, namun sudah banyak ditemui di toko-toko herbal di Indonesia. Keberadaan kopi ini di Indonesia juga telah dicatat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). Sebenarnya di kemasan kopi tersebut tidak disebutkan manfaatnya yang bisa menghentikan kecanduan merokok.
Di kemasan kopi tercantum tata cara penyajian kopi. Disebutkan pula kandungan dalam kopi tersebut yakni krimer dan gula, kopi, herba pilihan, dan tongkat ali. Nutrition facts pun disampaikan di bagian belakang kemasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun dalam kemasan hanya disebutkan khasiat kopi dapat memelihara kesehatan dan menyegarkan badan, banyak penjual mengklaim kopi dapat menyembuhkan berbagai penyakit salah satunya kecanduan zat adiktif. Menurut salah satu penjual kopi tersebut dari daerah Bekasi, Feisha Medlar, kopi yang dimaksud tidak seperti kopi biasa yang bisa mengakibatkan ketergantungan. Kandungan herba yang ada di dalam kopi dapat menetralisir efek racun dari kopi atau rokok pada tubuh seseorang.
"Yang perokok kalau dia minum seminggu, pas merokok berikutnya lidah terasa pahit. Itu karena kopi ada sifat antidote dan detoks jadi lidah bisa merasakan rasa asli racun pada rokok yang tidak enak buat lidah sehat," ujar pria yang akrab disapa Esa ini saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Senin (8/9/2014).
Esa menambahkan kopi herbal tersebut dapat meringankan ketergantungan rokok karena perlahan rasa rokok bisa berubah jadi pahit. Karena rasa yang pahit, perokok akan terbantu untuk memperbaiki kebiasaan merokok dengan mengurangi jumlah rokok yang dihisapnya.
"Yang perokok kalau dia minum seminggu, pas merokok berikutnya lidah terasa pahit. Itu karena kopi ada sifat antidote dan detoks jadi lidah bisa merasakan rasa asli racun pada rokok yang tidak enak buat lidah sehat," terang Esa.
Dian menjelaskan minuman tersebut sebenarnya adalah jamu. Akan tetapi sengaja diberi rasa kopi untuk menghilangkan rasa jamu. Menurutnya tidak semua orang dapat menikmati obat herbal jamu.
"Jangankan jamu, orang juga kadang-kadang malas juga kalau minum kapsul setiap hari. Kalau kopi itu bisa dinikmati minum setiap hari," ucap Esa. (vit/vit)











































