Benarkah itu? "Kami tidak menemukan bukti memakai bra ada hubungannya dengan kanker payudara," tutur peneliti bernama Lu Chen dari Fred Hutchinson Cancer Research Center, Seattle.
Chen merasa perlu meluruskan isu ini setelah menemukan hasil penelitian yang telah dibukukan di tahun 2005. Hampir serupa dengan hasil temuan studi dari Amerika tadi, buku tersebut mengatakan penggunaan bra dapat menghambat sirkulasi getah bening serta pembuangan limbah tubuh sehingga meningkatkan risiko kanker payudara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian peneliti mengumpulkan data antara lain ukuran bra partisipan, apakah partisipan memakai bra dengan underwire, berapa lama tiap partisipan memakai bra setiap harinya, dan kapan mereka mulai menggunakan bra sebagai penyangga payudara.
Tiap partisipan juga ditanyai tentang riwayat kanker payudara yang ada di keluarga mereka, tinggi dan berat badan mereka, tingkat pendidikan, ras, pendapatan, dan apakah mereka pernah menjalani prosedur mamogram dalam waktu dekat atau tidak.
Hasilnya? "Memang tidak ada kaitannya kebiasaan memakai bra dengan risiko kanker payudara. Tak peduli berapa jam Anda memakainya dalam sehari atau apakah bra Anda dilengkapi underwire dan sejak kapan Anda mulai menggunakannya," simpul Chen seperti dikutip dari jurnal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention, Selasa (9/9/2014).
Namun lain halnya bila Anda memakai bra dengan ukuran yang keliru. Sebuah riset dari Australia menemukan 80 persen wanita memakai bra dengan ukuran yang salah. Padahal kesalahan dalam memilih bra ini dapat berdampak pada penampilan juga kesehatan tubuh.
Beberapa jenis gangguan yang dikaitkan dengan pemilihan ukuran bra yang keliru antara lain nyeri punggung, sesak napas, lecet pada punggung atau payudara, sakit kepala hingga gangguan pencernaan.
(lil/vit)











































