Rekam Suara dan Gerakan, Aplikasi Ini Bisa Deteksi Risiko Parkinson

Rekam Suara dan Gerakan, Aplikasi Ini Bisa Deteksi Risiko Parkinson

- detikHealth
Rabu, 10 Sep 2014 07:09 WIB
Rekam Suara dan Gerakan, Aplikasi Ini Bisa Deteksi Risiko Parkinson
Ilustrasi: Thinkstock
Birmingham - Gejala Parkinson biasanya terjadi bersamaan dengan munculnya gejala penuaan, terutama akibat gangguan pada sel-sel otak. Sayangnya penyakit ini sering terlambat ditangani karena gejalanya yang sulit terdeteksi dengan mata telanjang.

Untungnya ada aplikasi ponsel yang diklaim dapat mendeteksi risiko penyakit Parkinson pada diri seseorang. Benarkah kita bisa mendeteksi risiko Parkinson hanya bermodalkan sebuah aplikasi?

Menurut sang peneliti, Dr Max Little, untuk bisa mengetahui apakah seseorang terkena Parkinson atau tidak, cara kerja aplikasi ini cukup sederhana. Pertama, si pengguna tinggal merekam suaranya dengan aplikasi tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari analisis terhadap rekaman suara itu, aplikasi ini dapat mendeteksi apakah suara orang yang menggunakan aplikasi ini memperlihatkan gejala Parkinson, semisal suaranya sedikit lemah dan gemetar atau tidak," kata ahli matematika dari Aston University tersebut.

Selain alat rekam suara, accelerometer yang ada di hampir semua tipe ponsel pintar juga dipakai peneliti untuk menambah kegunaan aplikasi mereka. Dengan teknologi ini, aplikasi ciptaan Dr Lee ini dapat merekam pergerakan pengguna. Hal ini dirasa penting mengingat pasien Parkinson sering mendadak kaku ketika tengah berjalan atau melakukan aktivitas tertentu.

"Pengguna tinggal meletakkan ponselnya di kantung dan berjalan maju-mundur sebanyak 20 langkah. Nanti dari situ kita akan mendapatkan hasil pengamatan yang akurat dari aplikasi, terutama untuk mendeteksi apakah seseorang mempunyai Parkinson atau tidak," sambung Dr Little.

Namun Dr Little mengakui bila aplikasi ini baru pada tahapan awal karena percobaan hanya dilakukan pada segelintir pasien Parkinson saja. Setidaknya Dr Little berharap aplikasi ini dapat membantu dokter untuk menentukan dosis obat yang harus diberikan kepada pasien Parkinson, berdasarkan tingkat keparahan gejalanya.

"(Parkinson) memang belum ada obatnya. Tapi pengobatan yang diberikan dokter setidaknya dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Dan aplikasi yang kami kembangkan ini akurasinya mencapai 98 persen," tutup Dr Little seperti dikutip dari berbagai sumber, Rabu (10/9/2014).

(lil/vit)

Berita Terkait