Namun Prof Tjandra Yoga Aditama, Kepala Pusat Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI mengatakan bahwa hasil tes AN negatif Ebola. Dikatakannya bahwa gejala klinis yang dirasakan AN tidak sesuai dengan gejala Ebola serta keadaan umum dirinya yang baik.
"Sehubungan dengan kasus AN/30 tahun, yang dicurigai Ebola yang di RS Pusat Infeksi Sulianti Saroso hari Minggu yang lalu, maka hasil PCR-nya adalah negatif Ebola, bukan ebola," tutur Prof Tjandra dalam keterangan yang diterima detikHealth, Rabu (10/9/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prof Tjandra pun meangapresiasi langkah AN yang memeriksakan diri ke dokter ketika merasa demam dan baru pulang dari negara terjangkit. Menurutnya, kesadaran masyarakat sudah cukup tinggi dan ini sesuai dengan program PDR (prevention, detect, response) berdasarkan Global Health Security Agenda (GHSA).
Meski begitu, ia tidak menepis kemungkinan adanya WNI yang masih harus bepergian ke negara terjangkit seperti Liberia, Guinea, Sierra Leone dan Nigeria. Untuk itu, Prof Tjandra pun memberikan tips sebagai berikut:
1. Lebih sering Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Kita tahu bahwa Ebola menular melalui kontak dengan cairan tubuh pasien. Walaupun sudah hati-hati tapi kemungkinan tangan tercemar masih tetap ada. Karena itu rajin-rajinlah cuci tangan pakai sabun.
2. Jangan kontak langsung dengan pasien Ebola. Perlu juga membatasi kontak dengan keluarga/ kerabat pasien yang baru mengunjungi pasien.
3. Sedapat mungkin hindari proses pemakaman pasien Ebola, khususnya yang ada ritual mencium jenazah, kontak langsung dengan jenazah, dan lain-lain.
4. Jangan kontak dengan hewan yang mungkin menularkan Ebola, dan membatasi ke hutan-hutan di negara yang terjangkit.
5. Kalau sudah berada di negara terjangkit, maka batasi perjalanan domestik, jangan bepergian antar kota di negara itu kalau tidak betul-betul diperlukan.
6. Selalu ikuti perkembangan informasi tentang Ebola di website terpercaya seperti WHO, Kemenkes RI, dll.
7. Kalau ada keluhan ketika sedang berkunjung di negara terjangkit, segera melapor ke petugas kesehatan di negara itu. Atau, kalau keluhannya datang sesudah tiba kembali ke Tanah Air, maka segera lapor petugas kesehatan terdekat dan beritahu secara rinci tentang riwayat perjalanan ke negara terjangkit tersebut.
(mrs/vit)










































