Hasil Tes WNI yang Diduga Ebola Ternyata Negatif

Hasil Tes WNI yang Diduga Ebola Ternyata Negatif

- detikHealth
Rabu, 10 Sep 2014 10:19 WIB
Hasil Tes WNI yang Diduga Ebola Ternyata Negatif
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Ebola yang menyerang negara-negara Afrika Barat sempat dicurigai masuk ke Indonesia. Hal ini dikarenakan salah satu WNI berinisial AN terserang demam ketika baru pulang dari Liberia.

Namun Prof Tjandra Yoga Aditama, Kepala Pusat Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan RI mengatakan bahwa hasil tes AN negatif Ebola. Dikatakannya bahwa gejala klinis yang dirasakan AN tidak sesuai dengan gejala Ebola serta keadaan umum dirinya yang baik.

"Sehubungan dengan kasus AN/30 tahun, yang dicurigai Ebola yang di RS Pusat Infeksi Sulianti Saroso hari Minggu yang lalu, maka hasil PCR-nya adalah negatif Ebola, bukan ebola," tutur Prof Tjandra dalam keterangan yang diterima detikHealth, Rabu (10/9/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini sesuai dengan yang saya sampaikan terdahulu bahwa kasus ini nampaknya bukan Ebola, karena gejala klinis tidak terlalu sesuai, ada diagnosis untuk demamnya, bukan fever of unknown origin‎ (FUO), dan keadaaan umum pasien adalah baik," imbuhnya.

Prof Tjandra pun meangapresiasi langkah AN yang memeriksakan diri ke dokter ketika merasa demam dan baru pulang dari negara terjangkit. Menurutnya, kesadaran masyarakat sudah cukup tinggi dan ini sesuai dengan program PDR (prevention, detect, response) berdasarkan Global Health Security Agenda (GHSA).

Meski begitu, ia tidak menepis kemungkinan adanya WNI yang masih harus bepergian ke negara terjangkit seperti Liberia, Guinea, Sierra Leone dan Nigeria. Untuk itu, Prof Tjandra pun memberikan tips sebagai berikut:

1. Lebih sering Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS). Kita tahu bahwa Ebola menular melalui kontak dengan cairan tubuh pasien. Walaupun sudah hati-hati tapi kemungkinan tangan tercemar masih tetap ada. Karena itu rajin-rajinlah cuci tangan pakai sabun.

2. Jangan kontak langsung dengan pasien Ebola. Perlu juga membatasi kontak dengan keluarga/ kerabat pasien yang baru mengunjungi pasien.

3. Sedapat mungkin hindari proses pemakaman pasien Ebola, khususnya yang ada ritual mencium jenazah, kontak langsung dengan jenazah, dan lain-lain.

4. Jangan kontak dengan hewan yang mungkin menularkan Ebola, dan membatasi ke hutan-hutan di negara yang terjangkit.

5. Kalau sudah berada di negara terjangkit, maka batasi perjalanan domestik, jangan bepergian antar kota di negara itu kalau tidak betul-betul diperlukan.

6. Selalu ikuti perkembangan informasi tentang Ebola di website terpercaya seperti WHO, Kemenkes RI, dll.

7. Kalau ada keluhan ketika sedang berkunjung di negara terjangkit, segera melapor ke petugas kesehatan di negara itu. Atau, kalau keluhannya datang sesudah tiba kembali ke Tanah Air, maka segera lapor petugas kesehatan terdekat dan beritahu secara rinci tentang riwayat perjalanan ke negara terjangkit tersebut.

(mrs/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads