Alat yang diberi nama bio-spleen menggunakan magnet yang telah dimodifikasi untuk menarik bakteri, fungi, dan racun dari dalam darah. Bio-spleen telah lulus uji coba laboratorium pada tikus dan peneliti mengatakan alat ini kedepannya bisa dimodifikasi lebih jauh untuk melawan virus.
Jika terbukti aman untuk manusia, bio-spleen di masa yang akan datang dikatakan oleh peneliti dapat menyelamatkan banyak jiwa dengan mengobati berbagai penyakit bahkan Ebola misalnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bio-spleen bekerja dengan menggunakan protein nano bernama mannose-binding lectin (MBL). MBL akan mengikat patogen dan racun dalam darah, kemudian darah dialirkan ke alat dan bakteri ditarik dengan magnet. Darah yang telah bersih disirkulasikan kembali ke dalam tubuh. MLB juga diketahui dapat mengikat virus Ebola dan Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Tes pada tikus yang telah diinjeksi dengan bakteri menunjukkan keampuhan bio-spleen yang dapat menarik sekitar 90 persen bakteri dalam darah tikus.
Ingber mengatakan pengobatan dengan bio-spleen dapat dilakukan bahkan saat penyebab penyakit belum dipastikan lewat diagnosis dan tindakan dapat segera diberikan di masa yang paling kritis.
Namun yang pasti dibutuhkan waktu beberapa tahun kedepan untuk menguji bio-spleen pada hewan yang lebih besar dan manusia.
(ajg/ajg)











































