Tes Urine, Alternatif Skrining Kanker Serviks Selain Pap Smear

Tes Urine, Alternatif Skrining Kanker Serviks Selain Pap Smear

- detikHealth
Kamis, 18 Sep 2014 10:38 WIB
Tes Urine, Alternatif Skrining Kanker Serviks Selain Pap Smear
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Selama ini pap smear menjadi metode skrining kanker serviks yang paling diminati. Hal ini cukup wajar karena pap smear dinilai sebagai metode skrining kanker serviks yang tak butuh banyak peralatan dan biaya.

Akan tetapi studi terbaru yang dilakukan oleh peneliti dari Inggris dan Spanyol menemukan bahwa tes urine memiliki tingkat akurasi yang sama seperti Pap Smear untuk mendeteksi Human Papillomavirus (HPV) yang menyebabkan kanker serviks. Menurut mereka, tes urine bahkan akan diterima lebih mudah di masyarakat sehingga skrining kanker serviks akan lebih mudah dilakukan.

"Deteksi HPV melalui urine tidak invasif serta lebih mudah diterima dan dilakukan oleh wanita. Tes ini akan memperbanyak jumlah wanita yang melakukan skrining kanker serviks," tutur Neha Pathak, peneliti dari Divisi Kesehatan Perempuan di Queen Mary University of London, dikutip dari Reuters, Kamis (18/9/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian dilakukan dengan menganalisis 14 penelitian sebelumnya yang total melibatkan 1.443 wanita yang masih aktif secara seksual. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan tes urine sebagai metode skrining kanker serviks memiliki tingkat akurasi yang tak jauh berbeda dengan pap smear.

Sensitivitas (hasil tes positif terbukti benar) dari tes urine mencapai 87 persen. Sementara itu spesifitasnya (hasil tes negatif terbukti benar) bahkan lebih tinggi lagi yakni mencapai 94 persen. Bahkan pada kelompok berisiko tinggi tertular HPV, sensitivitas tes urine mencapai 73 persen dan spesifitasnya 98 persen.

Prof Henry Kitchener, Kepala Divisi Gynecological Oncology di Manchester University mengatakan bahwa skrining kanker serviks menggunakan tes urine lebih cocok digunakan di negara berkembang. Karena selain lebih mudah dilakukan, metode skrining dan pencegahan lainnya masih jarang akibat kurangnya infrastruktur penanganan HPV di negara-negara tersebut.

"Tes urine akan lebih bermanfaat dan efektif dari segi biaya bagi wanita-wanita di negara berkembang. Tes ini dapat dilakuan sendiri di rumah sehingga mengikis rasa malu atau segan ketika ingin melakukan tes di klinik atau rumah sakit," tutur Prof Henry yang tak terlibat dalam penelitian.

Di beberapa negara maju, tes pap smear memang masih menjadi pilihan umum. Akan tetapi hal ini pun nampaknya akan ditinggalkan karena munculnya vaksin HPV baru-baru ini. Bahkan pemerintah Amerika Serikat menyatakan bahwa vaksin HPV akan dimasukkan ke dalam jadwal imunisasi nasional dan diberikan pada anak-anak sejak dini.

(rsm/up)

Berita Terkait