Lahir dengan Kondisi Langka, Tengkorak Bocah Ini Harus 'Dimodifikasi'

Lahir dengan Kondisi Langka, Tengkorak Bocah Ini Harus 'Dimodifikasi'

- detikHealth
Kamis, 18 Sep 2014 14:42 WIB
Lahir dengan Kondisi Langka, Tengkorak Bocah Ini Harus Dimodifikasi
Sam dan putrinya, Michaela Chalkley (Foto: Facebook)
Stoke, Inggris - Dalam waktu dekat, seorang bayi di Inggris akan menjalani operasi yang mencengangkan untuk anak seusianya. Karena lahir dengan kondisi langka, tengkorak bocah ini harus diangkat dan dibentuk kembali agar dapat tumbuh normal.

Ketika Michaela Chalkley lahir, sang ibu, Sam melihat putrinya tak punya alis di sisi kanan wajahnya. Di usia delapan minggu, Michaela tak dapat mengangkat kepalanya. Barulah di usia empat bulan, Michaela resmi didiagnosis mengidap 'craniosynostosis', kondisi langka yang menyebabkan seorang bayi mempunyai kepala dengan bentuk yang abnormal.

Sisi kanan tengkoraknya berhenti tumbuh sehingga dahi Michaela hanya tinggal separuh. Dokter mengatakan satu-satunya cara untuk mengembalikan kondisi bocah yang kini berumur 10 bulan itu hanyalah operasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Operasi itu rencananya akan digelar empat hari setelah ulang tahun pertamanya di Bristol Children's Hospital, dan diperkirakan akan berlangsung selama empat hingga enam jam. Operasi ini perlu dilakukan sebelum kondisi Michaela memburuk dan sulit untuk dikendalikan.

"Mereka akan memotong (kepala) dan mengangkat sebagian tengkoraknya agar dapat dibentuk ulang dan dipasangkan kembali ke kepala Michaela," terang sang ibu, Sam (26) seperti dikutip dari The Herald, Kamis (18/9/2014).

Namun yang dikhawatirkan wanita muda ini adalah bilamana anak seusia Michaela menjalani operasi semacam itu maka risiko pendarahannya akan semakin besar.

"(Bahkan) kemungkinan 90 persen ia akan butuh transfusi darah selama atau setelah operasi. Kalau tidak gangguan pada saraf mata atau otak, meskipun ini jarang terjadi," imbuh Sam.

Tak hanya itu, menurut keterangan tim dokter, kepala dan wajah Michaela akan membengkak selama lebih dari tiga minggu.

"Beruntung mereka bisa melakukan operasi untuk mengatasi masalahnya. Ia sudah mengalami gangguan pendengaran, apalagi katanya kondisi ini bisa membuat Michaela mengalami gangguan perkembangan dan penglihatan. Saya harap operasi ini benar-benar bisa menanggulanginya," tutur Sam.

Sementara menunggu putrinya mendapatkan penanganan, Sam bekerjasama dengan kelompok bernama Lucy's Head Start untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit langka ini, termasuk melakukan upaya penggalangan dana bagi mereka.

"Saya ingin meningkatkan kesadaran akan kondisi ini karena begitu banyak anak dengan 'craniosynostosis' yang tidak terdiagnosis. Padahal mereka harus didiagnosis sejak dini agar kondisinya dapat segera tertangani," tutupnya.





(lil/vta)

Berita Terkait