Dalam upacara peringatan 20 tahun kematian pendiri negara Korea Utara sekaligus kakek Jong Un, Kim Il Sung, Jong Un tertangkap kamera berjalan pincang. Selain itu tubuhnya juga nampak lebih gemuk dan pipinya pun nampak lebih chubby.
Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa kesehatan Jong Un memburuk akibat obsesinya kepada Emmental, jenis keju khusus asal Swiss. Dikabarkan bahwa Jong Un pertama kali mencicipi keju ini ketika dirinya sedang menempuh pendidikan di sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat mungkin Jong Un menambah berat badannya dengan sengaja. Ia ingin nampak mirip dengan pendiri Korut sekaligus kakeknya, Kim Jong Il, yang sangat dicintai rakyat," tutur Myung Chul, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (19/9/2014).
Sebelumnya, peneliti dari Longevity Institute, University of Southern California mengatakan bahwa terlalu banyak konsumsi keju mempunyai bahaya yang sama seperti merokok. Pasalnya, ada kandungan protein bernama IGF-I yang dikaitkan dengan risiko kanker.
Ternyata yang asupan protein hariannya paling tinggi berisiko mengalami kematian dini sebesar 74 persen. Namun penurunan konsumsi protein dari sedang ke rendah ikut mengurangi risiko kematian dini hingga sebanyak 21 persen.
Bahkan untuk kematian akibat kanker, risiko yang ditemukan peneliti mencapai empat kali lebih tinggi. Hal ini karena kadar hormon IGF-I tertinggi ada pada partisipan yang mengonsumsi banyak protein hewani, dan risiko kematian dininya sama besar dengan risiko kanker yang dirasakan perokok.
(mrs/up)











































