Ditemui usai acara Peresmian Fasilitas Sediaan Onkologi PT Fonko International Pharmaceuticals di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/9/2014), Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyampaikan kekhawatirannya soal penggunaan antibiotik yang berlebihan. Jika kebiasaan ini berlanjut, bukan tak mungkin efek obat tersebut akan hilang karena tubuh sudah kebal.
"Penggunaan antibiotik di negara kita sudah amburadul. Anak sakit flu atau demam karena virus, diberi antibiotik. Bisa-bisa sebagian besar antibiotik di Indonesia tidak berguna lagi," tutur Menkes yang saat itu mengenakan sanggul dan kebaya merah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat merugikan. Kalau diberi antibiotik terus nanti efeknya hilang. Dan ketika kita benar-benar sakit karena bakteri, minum antibiotik malah nggak mempan. Nggak jadi sembuh," sambungnya lagi.
Selain penggunaan antibiotik yang berlebihan, Menkes juga mengaku kesal pada produsen obat-obatan palsu yang kini semakin marak. Obat palsu tersebut sangat beragam jenisnya, mulai dari yang dosisnya tak sesuai dengan keterangan, obat tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga jamu yang dicampur dengan bahan kimia sehingga rentan menyebabkan keracunan.
"Tidak ada ampun bagi orang-orang yang merusak anak bangsa dengan sengaja membuat obat-obatan palsu," tegas Menkes.
(rsm/vta)











































