Khususnya bagi para istri, peneliti di Florida State University menemukan bahwa hanya dengan mendengar bunyi jam, wanita bisa terpengaruh untuk segera menikah dan memiliki anak lebih cepat. Dalam studinya, peneliti melakukan wawancara dengan pria dan wanita yang terbagi menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama ditanyai di ruangan yang sepi tetapi terdapat bunyi jam berdetik sedangkan kelompok lainnya berada di ruangan yang tidak memiliki jam dinding. Hasilnya, wanita yang berada di ruangan dengan jam memberi jawaban bahwa mereka ingin lebih cepat menikah dan punya anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami berasumsi dengan mendengar detik jam, khususnya wanita seperti mendapat tanda peringatan bahwa waktu akan berjalan. Apalagi bagi wanita usia sangat menentukan kualitas kehamilan mereka. Berbeda dengan pria yang cenderung cuek, meskipun kembali lagi ada banyak faktor yang menentukan kapan seseorang ingin memiliki anak," terang salah satu peneliti dalam laporannya di jurnal Human Nature.
Terlepas dari pengaruh suara detik jam dengan keputusan wanita mempunyai anak, dr Dwiana Ocviyanti, SpOG (K) dari RSCM mengatakan menikah di usia muda menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko kehamilan. Sebab, wanita yang terlalu muda pertumbuhan tulang dan kondisi tubuhnya masih berlangsung dan baru berhenti saat usia 20 sampai 21 tahun.
Selain itu, kesiapan mentalnya juga belum matang. Diutarakan dr Ovi, begitu ia akrab diasapa, masa ideal bagi wanita untuk hamil adalah umur 20-35 tahun. Hamil dengan usia terlalu tua, misal di atas 40 tahun, diiibaratkan dr Ovi sama saja dengan pergi perang.
"Apalagi ditambah dengan penyakit hipertensi dan kolesterol tinggi, maka makin memperbesar risiko kehamilannya yang bisa berujung pada kematian," tutur dr Ovi kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (24/9/2014).
(rdn/vta)











































