Ari Wibowo (17) remaja berkulit ular yang menjadi pemberitaan beberapa situs berita internasional bukanlah remaja tak berdaya. Sehari-harinya, Ari bekerja sebagai penjaga warnet milik tantenya yang terletak di kediamannya.
DetikHealth berkesempatan mengunjungi kediaman Ari yang terletak di Jl Palem Indah, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, Kabupaten Tangerang, Banten. Saat dikunjungi, Ari sedang duduk sembari bermain komputer di warnet tersebut.
"Bukanya pagi jam 8-an. Tutupnya nunggu sepi, biasanya jam 9 atau 10 malam," tutur Ari, Kamis (25/9/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya alhamdulillah dah. Tantenya kan buka warnet, daripada bayar orang suruh jagain mending ada ponakannya kan. Ari juga bisa main komputer meskipun nggak sekolah. Dia juga jadi nggak jenuh kan," kata Masnah.
Memang, meski sisik memenuhi tubuhnya dari kepala hingga telapak kaki, Ari tidak mengalami kesulitan bicara. Hanya saja, keadaannya yang seperti membuatnya menjadi remaja pemalu, terutama kepada orang asing.
Dikatakan Sarpan (63), kakek Ari, dalam kesehariaannya pun Ari berkelakuan seperti remaja pada umumnya. Ia tak mengalami gangguan perkembangan atau keterbelakangan mental seperti yang dikatakan orang-orang.
"Biasa saja. Kaya bocah seumuran dia dah. Cuma kan memang kalau kulitnya lagi keras, susah ngomong. Sisiknya juga masuk sampai ke dalam kuping tapi nggak ada masalah pendengaran," tutur Sarpan dengan logat Betawi yang kental.
(rsm/vit)











































