"Dari data penelitian yang saya tahu risiko diabetes itu muncul setelah berusia 40 tahun," ungkap Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dr Em Yunir, SpPD-KEMD, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Indosurya Plaza, Jakarta, dan ditulis pada Kamis (25/9/2014).
Diungkapkan dr Yunir, patokan usia tersebutnya sebenarnya tak bersifat mutlak. Artinya, jika seseorang sudah memiliki faktor-faktor risiko lain sebelum usianya mencapai 40 tahun, maka kemungkinan ia bisa mengalami diabetes di usia yang lebih muda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian jika faktor ini ditambah dengan beberapa faktor lain seperti ayah dan ibu diketahui sama-sama mengidap diabetes dan hipertensi, atau Anda diketahui memiliki kolesterol tinggi. Kombinasi seluruh faktor ini bisa meningkatkan tingkat risiko Anda untuk terkena diabetes lebih dini.
"Iya umpamanya ibu atau bapaknya diabetes, ada hipertensi, itu risikonya nambah lagi. Lalu kemudian dia kolesterol tinggi, ya nambah lagi. Nah kalau faktor-faktor itu menumpuk, Anda harus cek lebih dini," pesan dr Yunir.
Untuk selanjutnya, dr Yunir menyarankan Anda melakukan cek darah guna memastikan kondisi kesehatan tubuh secara rutin. "Ya paling tidak dua tahun sekali cek darah," lanjutnya.
(ajg/vta)











































