LDL (low-density lipoprotein) merupakan kolesterol lipoprotein berkerapatan rendah. Lama-kelamaan kolesterol LDL bersama bahan lain akan menumpuk di pembuluh darah dan menyebabkan plak. Nah, plak yang terbentuk inilah yang kemudian dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan berakibat terjadinya serangan jantung dan stroke.
Sementara kolesterol HDL (high-density lipoprotein) merupakan lemak baik bersumber aktivitas fisik atau olahraga. Jika Anda rajin bergerak, maka kolesterol HDL Anda akan meningkat dan melindungi jantung Anda dari penyakit jantung koroner.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang pertama bisa dilakukan adalah ubah lifestyle. Atur makanan, lakukan olahraga, kendalikan berat badan. Setelah itu baru dikasih obat. Kita sebagai dokter biasanya memilihkan bahan-bahan makanan dengan kolesterol rendah," ujar Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dr Em Yunir, SpPD-KEMD, dalam konferensi pers dan ditulis pada Kamis (25/9/2014).
dr Yunir menegaskan bahwa anjuran diet ketat ini diberikan dengan target lemak rendah. Misalnya total asupan kalori seseorang per hari 2.500, maka untuk lemak bisa diberi menu daging maksimal 1,5 porsi. Menurut dr Yunir, rata-rata 1 porsi daging adalah 100 gram.
"Kalau mau mengurangi komponen itu caranya bagaimana? Misalnya satu porsi untuk dimakan berdua. Atau komponen tambahan lain seperti minyaknya, itu jangan kebanyakan. Kalau bisa pilih dagingnya mau diolah dengan cara dibakar atau digoreng, pilih dibakar," imbuh dr Yunir.
Pilih juga daging yang rendah lemak. Contoh asupan rendah lemak di antaranya daging ayam tanpa kulit, ikan dan udang. Sementara asupan dengan kandungan lemak sedang misalnya bakso, telur, daging kambing (bagian paha) dan daging sapi tanpa lemak. Asupan tinggi lemak yang harus dihindari misalnya sosis.
"Pasien bukan berarti tidak boleh makan daging. Boleh saja, tapi porsinya dibatasi. 1 butir telur itu mengandung 4-5 gram lemak, jadi kalo punya jatah 15 gram sehari, masih boleh makan 3 telur," papar dr Yunir.
Selain itu, jangan lupakan pentingnya banyak melakukan aktivitas fisik. Menurut dr Yunir, kebiasaan ini yang masih lemah dan harus ditingkatkan bagi pasien dengan kolesterol tinggi.
"Kalau kamu hobi jajan dan merasa jumlah makan hari itu sudah berlebihan, harus ada kompensasi renang. Renang 1 jam bakar kalori 200, joging bakar kalori 300-an, treadmill kecepatan besar kalorinya yang dibakar lebih byk lagi. Makan agak lebih banyak boleh, tapi aktivitasnya lebih banyak lagi juga," pesan dr Yunir.
(ajg/vta)











































