Fulton adalah salah satu dari 21 orang di Amerika Serikat yang menerima sistem retina buatan terbaru bernama Argus II. Argus II adalah teknologi kompleks yang menggunakan kacamata berkamera, prosesor video, dan cip yang ditanam pada mata Fulton untuk membantunya melihat tekstur bentuk.
"Saat mereka 'menyalakan saya' benar-benar merupakan pengalaman yang luar biasa. Saya sangat gembira dan bersemangat, jantung saya berdegup kencang sampai saya harus meletakkan tangan di dada karena takut meledak," kata Fulton seperti dikutip dari BBC, Jumat (26/9/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cip implan memiliki kemampuan mengirim gambar berukuran 60 piksel, sehingga apa yang dilihat oleh Fulton lebih simpel dari penglihatan normal umumnya.
Fulton mengatakan, sebelum ia kehilangan penglihatannya ia adalah seorang aktivis untuk orang cacat. Ia merasa penglihatannya mulai memudar sejak dirinya anak-anak hingga pada umur 40 tahun hampir hilang sama sekali. Pada akhirnya Fulton kehilangan penglihatannya sama sekali dan ia sangat bergantung pada tongkat untuk jalan.
"Saya ingat seperti apa rupa anak saya, tapi saya tidak tahu seperti apa rupa dari istri anak saya dan cucu saya," ujar Fulton.
Fulton kini telah mempelajari bagaimana terbiasa dengan mata barunya tersebut. Ia mengatakan dirinya sekarang bisa menemukan lokasi elevator dan melihat apakah ada orang didalamnya, serta berjalan di lorong tempat kerjanya tanpa terantuk.
"Kesenangan terbesar saya adalah pada saat saya bisa mengenali cucu-cucu saya. Saya akan mampu membedakan siapa-siapa saja. Apa yang bisa saya lakukan (dengan mata ini) benar-benar luar biasa," Tutup Fulton.
(up/up)
