Organ yang satu ini diketahui memiliki peran yang sangat penting, yakni memproduksi sperma dan hormon testosteron. Meskipun demikian, testis sangat rentan terhadap cedera, sehingga membutuhkan perlakuan yang khusus.
Cedera fisik yang langsung dialami buah zakar akan menyebabkan rasa nyeri disertai mual. Gejala ini merupakan karakteristik yang khas dari kondisi tersebut. Memar atau bengkak yang dialami bahkan bisa bertahan sampai beberapa hari. Rasa nyeri yang sangat ini dapat memicu kematian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah reseptor-reseptor bereaksi terhadap adanya 'serangan', misalnya berupa tendangan, mereka mengirimkan sinyal ke otak melalui saraf di perut, terutama saraf vagus. Dikutip dari Encyclopedia Britannica, Jumat (26/9/2014), saraf vagus merupakan saraf kranial terpanjang dan paling kompleks.
Sinyal yang dikirimkan dari area testis ini kemudian berjalan melewati jantung dan perut, sehingga mengaktifkan beberapa reaksi di beberapa area (terutama perut). Ini sebabnya mengapa respons awal yang muncul ketika buah zakar pria ditendang adalah rasa mual dan muntah, kemudian terjadi pula peningkatan tekanan darah, sakit kepala, pusing dan nyeri luar biasa.
"Testis sangat peka terhadap sentuhan dan ada pelepasan adrenalin dalam jumlah besar ketika ada tekanan berlebihan yang terkena organ tersebut. Nyeri pada testis begitu hebatnya hingga dapat menyebabkan orang tiba-tiba berhenti melakukan aktivitas bahkan pingsan. Serangan jantung juga bisa terjadi akibat nyeri ini," kata Dr Irwin Goldstein, ahli urologi dan direktur San Diego Sexual Medicine.
Dr Goldstein berpesan agar jangan sepelekan masalah yang terjadi pada testis. Kebanyakan pria malu menemui dokter jika melihat adanya kelainan pada testisnya.
(ajg/vta)











































