Orang-orang dengan Kondisi 'Kulit Ular' Tak Boleh Sering Kena Matahari

Penyakit 'Kulit Ular'

Orang-orang dengan Kondisi 'Kulit Ular' Tak Boleh Sering Kena Matahari

- detikHealth
Jumat, 26 Sep 2014 14:15 WIB
Orang-orang dengan Kondisi Kulit Ular Tak Boleh Sering Kena Matahari
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ari Wibowo (17) dari Tangerang yang lahir dengan kondisi kulit seperti ular ke mana-mana harus membawa botol berisi air. Air digunakan untuk membasuh tubuhnya agar tidak kering. Selain itu, Ari juga tidak boleh sering kena matahari.

"Patut diperhatikan juga agar pasien tidak terlalu sering terpapar sinar matahari karena kelainan pada kulitnya membuat dia tidak bisa memproduksi keringat sehingga risiko over heat lebih tinggi," tutur dr Nindita Hapsari Susanti SpKK dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Jumat (26/9/2014).

Nah, seseorang dengan kondisi ini yang dalam istilah medisnya disebut ichtyosis lamellar juga perlu menggunakan tetes telinga dan tetes mata. Sebab, dikhawatirkan kulit yang tebal dan bersisik nantinya akan rontok dan menyumbat di dalam kuping sehingga mengganggu pendengaran pasien.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Makanya kotorannya ini harus dikeluarkan dalam artian rontokan kulitnya yang tebal ini dilunakkan sehingga gampang dikeluarkan. Kalau dalam keadaan keras pasti sakit dan bisa menimbulkan luka," kata dokter yang praktik di Bintaro Skin House ini.

Obat tetes mata diperlukan karena risiko iritasi mata bisa terjadi akibat kelopak mata yang tertarik sehingga mata menjadi kering. Apalagi, iritasi mata bisa memengaruhi kemampuan melihat si pasien.

Dihubungi terpisah, dr Eddy Karta SpKK menuturkan ichtyosis lamellar memang bukan penyakit yang sesungguhnya tetapi kelainan pembentukan kulit akibat gen yang tidak berfungsi. Maka dari itu, penyakit ini dikatakan dr Eddy bukan sesuatu yang bisa diobati. Namun, bukan berarti pasien tidak bisa hidup dengan baik.

"Pengolesan pelembab adalah salah satu cara memperbaiki sedangkan mandi adalah bagian dari usaha Ari supaya kulitnya lunak. Karena saat kering kulit Ari akan mengeras dan kaku sehingga mudah pecah saat bergerak," tutur dr Eddy.

Dokter yang praktik di EDMO Clinic Jakarta Selatan ini menambahkan, ada obat yang bisa membantu perbaikan kualitas kulit yang harus dikonsumsi tetapi harus seterusnya supaya pembentukan kulit menjadi baik. Dengan kontrol yang baik, pasien bisa memiliki kualitas hidup yang relatif lebih baik.

(rdn/vta)

Berita Terkait