"Biasanya nanti virus ini aktif lagi, karena biasanya virus ini tidak mati, hanya tidur ketika cacar airnya hilang. Ketika aktif lagi, muncullah itu penyakit herpes zoster atau kita kenal sebagai cacar ular," ujar Dr dr Andradi Suryamiharja, SpS(K), neurolog dari RS Graha Kedoya, pada acara Seminar Media Lansia dan Nyeri Pasca Herpes Zoster di Hongkong Cafe, Jl Sunda, Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (30/9/2014).
Dilanjutkan dr Andradi bahwa penyebab pasti mengapa herpes zoster muncul memang belum diketahui. Hanya saja, beberapa penelitian menyebutkan bahwa herpes zoster memang rentan dialami lansia yang pernah terserang cacar air dan daya tahan atau sistem imunnya sedang turun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lansia secara umum kan memang lebih mudah terserang infeksi. Infeksi apa saja mulai dari pneumonia hingga herpes zoster," tambahnya lagi.
Karena itu, dr Edy menyarankan agar jika orang tua, kakek, nenek hingga paman atau bibi sudah berusia di atas 60 tahun mengeluh nyeri di salah satu bagian tubuh, segera bawa dokter. Bisa jadi itu gejala herpes zoster.
"Gejalanya nyeri, lalu muncul ruam, bercak-bercak merah di daerah yang nyeri itu. Sebaiknya langsung dibawa ke puskesmas, nanti diobati," tandasnya lagi.
Hanya saja, memang sebaiknya penyakit ini dicegah sebelum datang. dr Andradi menjelaskan bahwa kini, sudah ada vaksinasi untuk mencegah lansia terserang herpes zoster. Vaksinasi tersebut memang sebaiknya diberikan sebelum menjadi lansia, minimal berusia di atas 50 tahun.
"Vaksin ini sudah terbukti menghilangkan risiko terserang herpes zoster. Ataupun kalau tetap terserang, penyakitnya tak terlalu parah," tutup dr Andradi.
(rsm/vit)










































