Modis Sih, Tapi Sering Berpenampilan Begini Bisa Bahayakan Kesehatan (1)

Modis Sih, Tapi Sering Berpenampilan Begini Bisa Bahayakan Kesehatan (1)

- detikHealth
Rabu, 01 Okt 2014 09:31 WIB
Modis Sih, Tapi Sering Berpenampilan Begini Bisa Bahayakan Kesehatan (1)
Jakarta - Dalam keseharian, banyak orang mempadu-padankan pakaian dan aksesoris lainnya demi terlihat menarik. Namun, beberapa pakaian dan aksesoris yang digunakan nyatanya bisa juga mengganggu kesehatan. Apalagi, jika digunakan berlebihan dan tanpa kontrol.

Dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (1/10/2014) berikut ini pakaian dan aksesoris yang sering dipakai tetapi bisa membahayakan kesehatan:

1. High heels

Radang ibu jari, kapalan, atau nyeri tumit umumny amenjadi masalah yang ditimbulkan akibat penggunaan high heels terlalu sering. Terutama untuk sepatu dengan hak lebih dari 3 cm, jika dipakai terus menerus bisa menimbulkan efek yang lebih bahaya.

Ahli penyakit kaki di Bethesda, Amerika Serikat, Michael Liebow, mengatakan sehari-hari kaki manusia digunakan untuk berjalan dengan posisi normal, di mana tumit dan betis membentuk sudut 90 derajat. Sementara pergerakan sendi pergelangan kaki sekitar 60 derajat.

"Dengan memakai high heels, Anda mengubah posisi kaki sehingga fungsinya pun terganggu. Kapalan juga bisa Anda alami karena penumpukan keratin yang disebabkan oleh tekanan pada kulit. Dengan menggunakan sepatu hak tinggi, keratin akan menumpuk di tumit karena selalu tertekan berat tubuh saat menggunakan high heels," terang Liebow.

Risiko lainnya yakni capsulitis yaitu peradangan sendi di mana jari-jari kaki saling menempel. Penggunaan high heels juga menyebabkan neuromas atau saraf terjepit karena hak sepatu yang tinggi dan runcing menekan jari-jari kaki. Terlalu sering menggunakan high heels juga bisa menyebabkan tendon achilles yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit, mengencang.

2. Jins ketat

Memakai jins ketat memang bisa membuat wanita terlihat seksi. Namun, keseringan menggunakan jins ketat bisa menimbulkan risiko gangguan pencernaan seperti perut kembung atau bahkan meralgia paresthetica, sensasi kesemutan di pergelangan kaki atau bahkan paha akibat kulit yang terlalu tertekan dengan jins ketat.

"Jins ketat juga membuat area vagina lembab hingga bisa meningkatkan risiko keputihan. Pada pria, penggunaan jins ketat cenderung menekan testis hingga suhu testis panas dan ini berpengaruh pada produksi dan kualitas sperma," terang dr Eddy Karta SpKK.

3. Korset

Korset umum digunakan ketika seseorang ingin tampil ramping di acara tertentu, misalnya pesta pernikahan. Tetapi, jika setiap hari Anda menggunakan korset, risiko maag dan refluks asam lambung bisa meningkat. Selain itu, menggunakan korset dalam jangka waktu lama maka bisa menimbulkan risiko gangguan pada empedu.

Selain itu korset juga menimbulkan rasa tidak nyaman dan sakit pada bagian perut. Risiko lainnya yaitu terjadi penurunan otot perut, pergeseran dan terganggunya dinding perut, usus tertekan, terjadi kompresi pada rongga dada yang dapat mempengaruhi lambung dan hati, penurunan kapasitas paru-paru, serta kelainan bentuk fisik, misalnya tekanan yang terjadi pada perut bisa menyebabkan benjolan di perut.

Sebelum menggunakan korset, pilihlah yang sesuai dengan ukuran tubuh, usahakan untuk mengistirahatkan tubuh atau melakukan peregangan setiap penggunaan korset beberapa jam. Berlatihlah mengatur napas pendek agar asupan oksigen tidak berkurang, karena asupan oksigen yang kurang nantinya dapat mempengaruhi fungsi dari jaringan atau organ.

4. Sandal jepit atau sepatu flat

Penggunaan sandal jepit atau sepatu flat terlalu sering bisa mengganggu kelengkungan kaki bahkan plantar fasciitis (peradangan di jaringan bawah kaki dan menimbulkan rasa nyeri). Kemudian, dengan menggunakan sandal jepit juga memaksa jari-jari untuk menjepit bagian tengah sandal agar Anda bisa berjalan dengan aman.

"Dukungan internal dari flat shoes terbilang kurang, karenanya kaki bagian bawah seperti tak punya pijakan dan dapat meregang secara berlebihan. Solnya yang kaku juga kerap memicu rasa sakit di tumit ketika digunakan untuk berjalan," kata dr Haidir Suleiman, MM, SpRM dari departemen rehabilitasi medik RS Puri Indah Jakarta.
Halaman 2 dari 5
Radang ibu jari, kapalan, atau nyeri tumit umumny amenjadi masalah yang ditimbulkan akibat penggunaan high heels terlalu sering. Terutama untuk sepatu dengan hak lebih dari 3 cm, jika dipakai terus menerus bisa menimbulkan efek yang lebih bahaya.

Ahli penyakit kaki di Bethesda, Amerika Serikat, Michael Liebow, mengatakan sehari-hari kaki manusia digunakan untuk berjalan dengan posisi normal, di mana tumit dan betis membentuk sudut 90 derajat. Sementara pergerakan sendi pergelangan kaki sekitar 60 derajat.

"Dengan memakai high heels, Anda mengubah posisi kaki sehingga fungsinya pun terganggu. Kapalan juga bisa Anda alami karena penumpukan keratin yang disebabkan oleh tekanan pada kulit. Dengan menggunakan sepatu hak tinggi, keratin akan menumpuk di tumit karena selalu tertekan berat tubuh saat menggunakan high heels," terang Liebow.

Risiko lainnya yakni capsulitis yaitu peradangan sendi di mana jari-jari kaki saling menempel. Penggunaan high heels juga menyebabkan neuromas atau saraf terjepit karena hak sepatu yang tinggi dan runcing menekan jari-jari kaki. Terlalu sering menggunakan high heels juga bisa menyebabkan tendon achilles yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit, mengencang.

Memakai jins ketat memang bisa membuat wanita terlihat seksi. Namun, keseringan menggunakan jins ketat bisa menimbulkan risiko gangguan pencernaan seperti perut kembung atau bahkan meralgia paresthetica, sensasi kesemutan di pergelangan kaki atau bahkan paha akibat kulit yang terlalu tertekan dengan jins ketat.

"Jins ketat juga membuat area vagina lembab hingga bisa meningkatkan risiko keputihan. Pada pria, penggunaan jins ketat cenderung menekan testis hingga suhu testis panas dan ini berpengaruh pada produksi dan kualitas sperma," terang dr Eddy Karta SpKK.

Korset umum digunakan ketika seseorang ingin tampil ramping di acara tertentu, misalnya pesta pernikahan. Tetapi, jika setiap hari Anda menggunakan korset, risiko maag dan refluks asam lambung bisa meningkat. Selain itu, menggunakan korset dalam jangka waktu lama maka bisa menimbulkan risiko gangguan pada empedu.

Selain itu korset juga menimbulkan rasa tidak nyaman dan sakit pada bagian perut. Risiko lainnya yaitu terjadi penurunan otot perut, pergeseran dan terganggunya dinding perut, usus tertekan, terjadi kompresi pada rongga dada yang dapat mempengaruhi lambung dan hati, penurunan kapasitas paru-paru, serta kelainan bentuk fisik, misalnya tekanan yang terjadi pada perut bisa menyebabkan benjolan di perut.

Sebelum menggunakan korset, pilihlah yang sesuai dengan ukuran tubuh, usahakan untuk mengistirahatkan tubuh atau melakukan peregangan setiap penggunaan korset beberapa jam. Berlatihlah mengatur napas pendek agar asupan oksigen tidak berkurang, karena asupan oksigen yang kurang nantinya dapat mempengaruhi fungsi dari jaringan atau organ.

Penggunaan sandal jepit atau sepatu flat terlalu sering bisa mengganggu kelengkungan kaki bahkan plantar fasciitis (peradangan di jaringan bawah kaki dan menimbulkan rasa nyeri). Kemudian, dengan menggunakan sandal jepit juga memaksa jari-jari untuk menjepit bagian tengah sandal agar Anda bisa berjalan dengan aman.

"Dukungan internal dari flat shoes terbilang kurang, karenanya kaki bagian bawah seperti tak punya pijakan dan dapat meregang secara berlebihan. Solnya yang kaku juga kerap memicu rasa sakit di tumit ketika digunakan untuk berjalan," kata dr Haidir Suleiman, MM, SpRM dari departemen rehabilitasi medik RS Puri Indah Jakarta.

(rdn/vta)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads