Dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (1/10/2014) berikut ini pakaian dan aksesoris yang sering dipakai tetapi bisa membahayakan kesehatan:
1. High heels
|
|
Ahli penyakit kaki di Bethesda, Amerika Serikat, Michael Liebow, mengatakan sehari-hari kaki manusia digunakan untuk berjalan dengan posisi normal, di mana tumit dan betis membentuk sudut 90 derajat. Sementara pergerakan sendi pergelangan kaki sekitar 60 derajat.
"Dengan memakai high heels, Anda mengubah posisi kaki sehingga fungsinya pun terganggu. Kapalan juga bisa Anda alami karena penumpukan keratin yang disebabkan oleh tekanan pada kulit. Dengan menggunakan sepatu hak tinggi, keratin akan menumpuk di tumit karena selalu tertekan berat tubuh saat menggunakan high heels," terang Liebow.
Risiko lainnya yakni capsulitis yaitu peradangan sendi di mana jari-jari kaki saling menempel. Penggunaan high heels juga menyebabkan neuromas atau saraf terjepit karena hak sepatu yang tinggi dan runcing menekan jari-jari kaki. Terlalu sering menggunakan high heels juga bisa menyebabkan tendon achilles yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit, mengencang.
2. Jins ketat
|
|
"Jins ketat juga membuat area vagina lembab hingga bisa meningkatkan risiko keputihan. Pada pria, penggunaan jins ketat cenderung menekan testis hingga suhu testis panas dan ini berpengaruh pada produksi dan kualitas sperma," terang dr Eddy Karta SpKK.
3. Korset
|
|
Selain itu korset juga menimbulkan rasa tidak nyaman dan sakit pada bagian perut. Risiko lainnya yaitu terjadi penurunan otot perut, pergeseran dan terganggunya dinding perut, usus tertekan, terjadi kompresi pada rongga dada yang dapat mempengaruhi lambung dan hati, penurunan kapasitas paru-paru, serta kelainan bentuk fisik, misalnya tekanan yang terjadi pada perut bisa menyebabkan benjolan di perut.
Sebelum menggunakan korset, pilihlah yang sesuai dengan ukuran tubuh, usahakan untuk mengistirahatkan tubuh atau melakukan peregangan setiap penggunaan korset beberapa jam. Berlatihlah mengatur napas pendek agar asupan oksigen tidak berkurang, karena asupan oksigen yang kurang nantinya dapat mempengaruhi fungsi dari jaringan atau organ.
4. Sandal jepit atau sepatu flat
|
|
"Dukungan internal dari flat shoes terbilang kurang, karenanya kaki bagian bawah seperti tak punya pijakan dan dapat meregang secara berlebihan. Solnya yang kaku juga kerap memicu rasa sakit di tumit ketika digunakan untuk berjalan," kata dr Haidir Suleiman, MM, SpRM dari departemen rehabilitasi medik RS Puri Indah Jakarta.
Halaman 2 dari 5










































