Penelitian tebaru di Review of General Psychology menunjukkan adanya keterkaitan antara kedua hal tersebut. Jurnal yang diterbitkan oleh American Psychological Association ini menyarankan perlunya pemeriksaan pada orang-orang yang punya sifat perfeksionistis.
"Orang-orang perfeksionistis umumnya meyakini bahwa mereka tidak pernah cukup baik, bahwa kesalahan adalah cacat, dan satu-satunya cara untuk bisa diterima adalah dengan menjadi sempurna," jelas sang peneliti, Gordon Flett dari York University, dikutip dari NYdailynews, Rabu (1/10/02014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka menambahkan, kaum perfeksionis seringkali tidak menunjukkan tanda-tanda meski sedang berjuang di dalam dirinya. Dalam kondisi tersebut, bunuh diri bisa muncul tanpa peringatan. Dan umumnya, perfeksionis cenderung merencanakan bunuh diri dengan detail.
Penelitian ini menyarankan adanya inisiatif pencegahan, khususnya ditujukan pada orang-orang dengan kepribadian tertentu. Kepribadian perfeksionistis, menurut penelitian ini termasuk rentan terhadap kecenderungan bunuh diri.
(up/vta)











































