Perfeksionis Lebih Rentan Bunuh Diri

Perfeksionis Lebih Rentan Bunuh Diri

- detikHealth
Rabu, 01 Okt 2014 17:35 WIB
Perfeksionis Lebih Rentan Bunuh Diri
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Ingin segala sesuatu serba sempurna bisa dilihat sebagai sifat yang positif, tetapi bisa pula sebaliknya. Sebuah penelitian membuktikan, terlalu prefeksionistis malah berhubungan dengan kecenderungan untuk bunuh diri.

Penelitian tebaru di Review of General Psychology menunjukkan adanya keterkaitan antara kedua hal tersebut. Jurnal yang diterbitkan oleh American Psychological Association ini menyarankan perlunya pemeriksaan pada orang-orang yang punya sifat perfeksionistis.

"Orang-orang perfeksionistis umumnya meyakini bahwa mereka tidak pernah cukup baik, bahwa kesalahan adalah cacat, dan satu-satunya cara untuk bisa diterima adalah dengan menjadi sempurna," jelas sang peneliti, Gordon Flett dari York University, dikutip dari NYdailynews, Rabu (1/10/02014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Flett, bersama rekannya Prof Paul Hewitt dari University of British Columbia dan Prof Marnin Heisel dari Western University, mengatakan bahwa tuntutan lingkungan yang terus menerus berkaitan dengan keputusasaan dan bunuh diri.

Mereka menambahkan, kaum perfeksionis seringkali tidak menunjukkan tanda-tanda meski sedang berjuang di dalam dirinya. Dalam kondisi tersebut, bunuh diri bisa muncul tanpa peringatan. Dan umumnya, perfeksionis cenderung merencanakan bunuh diri dengan detail.

Penelitian ini menyarankan adanya inisiatif pencegahan, khususnya ditujukan pada orang-orang dengan kepribadian tertentu. Kepribadian perfeksionistis, menurut penelitian ini termasuk rentan terhadap kecenderungan bunuh diri.

(up/vta)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads