Meski Bau, Tapi Solusi Wajah Bebas Jerawat Ada di Ketiak

Meski Bau, Tapi Solusi Wajah Bebas Jerawat Ada di Ketiak

- detikHealth
Kamis, 02 Okt 2014 10:00 WIB
Meski Bau, Tapi Solusi Wajah Bebas Jerawat Ada di Ketiak
Jakarta - Banyak orang yang tidak suka bau ketiak. Apalagi jika bau ketiaknya sangat menyengat hingga membuat pusing orang sekitarnya. Tapi siapa sangka jika rahasia kulit sehat ada di ketiak. Bagaimana tidak, dengan 'mengotak-atik' ketiak, peneliti berhasil menemukan cara mengatasi jerawat dan luka kronis.

Adalah peneliti di perusahaan produk kosmetik, AOBiome LLC , yang telah menemukan solusi untuk mengatasi jerawat dan aneka permasalahan kulit lainnya dengan memanfaatkan bakteri di ketiak. Pernyataan tersebut dikeluarkan oleh peneliti setelah mereka berhasil membuktikan bakteri pemakan amonia atau Ammonia Oxidizing Bacteria (AOB) mampu menjaga kesehatan kulit relawan yang mengikuti tes.

Para peneliti membuat hipotesis AOB cocok dipakai karena bakteri mengonsumsi amonia dan mengubahnya menjadi nitrit dan nitrat oksida. Nitrit dan nitrat oksida sendiri merupakan suplemen kulit yang diketahui membantu peradangan, relaksasi pembuluh darah, dan proses penyembuhan luka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Studi dilakukan dengan membagi 24 relawan dalam dua grup. Satu grup menerima krim AOB menggunakan jenis bakteri Nitrosomonas eutropha, dan grup lainnya menerima krim palsu sebagai plasebo. Kedua kelompok relawan diminta untuk menggunakan krim selama seminggu dan dilihat perkembangannya selama dua minggu tambahan untuk mengecek adanya efek samping.

Hasilnya kelompok yang menggunakan krim AOB dilaporkan memiliki kondisi kulit yang lebih baik dibandingkan dengan kelompok lainnya. Terlebih lagi, mereka yang menggunakan krim AOB lebih banyak menunjukkan perbaikkan kondisi kulit yang lebih besar lagi.

Pemimpin studi Spiros Jamas, ScD, mengatakan penggunaan AOB telah membuka cara pandang medis baru tentang bagaimana memahami mikro bioma pada kulit.

"Studi ini memberikan bukti konsep awal pengaplikasian AOB dapat mengembalikan keseimbangan alami bakteri baik pada kulit dan berpotensi memberikan manfaat terapi untuk mengobati luka pada orang diabetes," kata Jamas dikutip dari release resmi di AOBiome.com pada Kamis (2/10/2014).

Peneliti telah mempresentasikan hasil studi di konferensi American Society for Microbiology, Washington. Langkah berikutnya AOB akan diikutsertakan oleh peneliti untuk uji klinis mengobati jerawat dan luka pada pengidap diabetes.

(vta/vta)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads