Sejak tahun 1970-an, perubahan temperatur sudah semakin umumn di Jepang, dan pada waktu yang sama ada peningkatan jumlah kematian janin laki-laki dibanding janin perempuan. Akibatnya, jumlah kelahiran bayi laki-laki juga relatf berkurang.
Dr Misao Fukuda dari M&K Health Institute di Ako, Jepang, membuktikannya dengan menganalisis data dari tahun 1968 hingga 2012. Data dari Badan Meteorologi Jepang dibandingkannya dengan data Vital Statistic tentang kelahiran bayi. Pada periode tesebut, tercatat 90.000 kelahiran dan 1.000 kematian janin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Naik turunnya temperatur di Jepang belakangan ini nampaknya berhubungan dengan perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan pada kelahiran bayi, khususnya lewat peningkatan kematian janin laki-laki," tulis para peneliti, dikutip dari Livescience, Kamis (2/10/2014).
Namun demikian, temuan Dr Misao hanya menunjukkan adanya keterkaitan dan tidak membuktikan adanya hubungan sebab akibat. Berbagai penelitian sebelumnya di berbagai negara belum bisa menunjukkan hasil yang konsisten. Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Fertility and Sterility.
(up/vit)











































