Peneliti dari Inggris berhasil menyimpulkan hal ini setelah mengamati 14.000 keluarga di Inggris, terutama pada anak-anak yang lahir di tahun 1990-an. Tiap tahun tinggi tubuh setiap partisipan anak diukur dan dicatat oleh peneliti, termasuk berbagai aspek tumbuh-kembangnya.
Ternyata anak laki-laki yang memiliki kakak laki-laki juga selalu terlihat lebih pendek, terutama pada anak dengan tiga bersaudara. Peneliti mencatat tinggi badan mereka berkisar 2,5 cm lebih pendek daripada rata-rata tinggi anak seumurannya.
Akan tetapi bila kakak perempuannya perempuan, si anak laki-laki takkan sependek bila memiliki kakak laki-laki.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anak laki-laki butuh lebih banyak 'sumber daya' untuk bisa tumbuh optimal. Mungkin itulah mengapa anak laki-laki, terutama yang berasal dari keluarga besar juga tak begitu bagus performanya di sekolah," kata Dr Lawson seperti dikutip dari BBC, Senin (6/10/2014).
Dr Lawson menambahkan studinya merupakan yang pertama menemukan kaitan antara anak yang tumbuh di tengah keluarga besar dengan tinggi badan si anak. Sebelumnya ia hanya tahu bahwa anak-anak dari keluarga besar tak begitu diperhatikan pemenuhan nutrisinya karena harus berbagi dengan saudara-saudaranya.
Opini berbeda dikemukakan Marjo-Riitta Jarvelin, seorang pakar epidemiologi dan kesehatan masyarakat dari Imperial College London. Menurutnya, 'lingkungan' dalam rahim juga bisa mempengaruhi hal ini.
"Bilamana seorang wanita beberapa kali mengandung, maka berat badan mereka akan cenderung meningkat dan kadar gula darahnya justru terus menurun. Bisa jadi ini berdampak pada pertumbuhan janin dalam rahim," tutur Jarvelin.
Namun bila tubuh Anda pendek, jangan keburu minder. Penelitian lain yang dipublikasikan dalam Discovery Magazine menemukan pria bertubuh pendek atau yang tingginya kurang dari 175 cm memiliki frekuensi berhubungan intim yang lebih banyak, termasuk lebih menikmati aktivitas seks yang dilakukannya bersama pasangan.











































