"Faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah itu kan di antaranya merokok, kurang aktivitas fisik dan konsumsi alkohol. Lagipula dokter juga jarang kasih resep lari pagi, resep tidur malam maksimal jam 8. Biasanya langsung saja pasien diberi resep obat statin," ungkap Prof DR dr Agus Purwadianto, SH, MSi, SpF(K).
Hal tersebut disampaikan Plt Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PPPL) Kemenkes RI tersebut di sela-sela seminar yang diselenggarakan di Gedung Kemenkes RI, Jakarta, Selasa (7/10/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ya, faktor risiko utama terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah adalah suatu variabel yang dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit tersebut. Beberapa di antaranya yakni merokok, paparan asap rokok, diet rendah serat, konsumsi gula, garam dan lemak berlebih, konsumsi alkohol, stres dan kurang aktivitas fisik.
"Bangsa kita ini di satu sisi mengalami kemajuan, tp di satu sisi lain gaya hidupnya juga semakin kurang sehat. Selain itu lingkungan juga kurang mendukung, sehingga pola eksploitatif penyakit modern seperti jantung meningkat," papar Prof Agus.
Selain dokter sebagai tenaga kesehatan, Prof Agus menuturkan pentingnya masyarakat ikut aktif menjaga kesehatan tubuhnya masing-masing. Cegah dan kendalikan penyakit jantung dengan memperbaiki pola makan, setop merokok, serta melakukan aktivitas fisik dan olahraga 3 kali sepekan masing-masing 50 menit.
(ajg/vit)











































