Untuk menjalani program bayi tabung dengan sperma suami, umumnya pemeriksaan dilakukan untuk menguji kelayakan sperma. Nah, bagaimana dengan program bayi tabung untuk wanita yang belum menikah dan menggunakan sperma donor seperti yang kabarnya dilakukan Julia Perez?
Berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Rabu (8/10/2014), Prof Dr dr Budi Santoso, SpOG(K), dari Klinik Fertilitas Graha Amerta RSUD Dr Soetomo Surabaya menyebutkan bahwa uji yang dilakukan tak jauh berbeda. Akan dilakukan penapisan standar untuk penyakit-penyakit tertentu, misalnya penapisan terhadap hepatitis dan HIV.
Sependapat dengan Prof Budi, dr R. Muharam, SpOG, dokter kandungan dari Klinik Yasmin RSCM, juga menyebutkan hal senada. "Sama semuanya, mulai dari skrining hepatitis B, HIV, dan penyakit bawaan lainnya," tutur dr Muharam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oozit tersebut kemudian akan diambil dan dipertemukan dengan spermatozoon kemudian dikembangkan di laboratorium sampai menjadi embrio. Embrio akan dimasukkan ke dalam rahim melalui fase embrio transfer. Lalu masuk ke fase lutheal support, yakni memberi progesteron untuk memperkuat embrio bisa tumbuh dan berkembang dalam rahim.
"Harus periksa screening dulu yang rutin, untuk mengecek ya standar seperti hepatitis atau HIV, cek juga spermanya, diperiksa juga hormonnya masih bagus atau tidak. Tetapi kalau dia sudah pernah check up 6 bulan sebelumnya di tempat lain ya tidak usah screening lagi," tutur dr Ivan Rizal Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, SpOG, CEO Klinik Bayi Tabung Morula IVF Indonesia, kepada detikHealth beberapa waktu lalu.
(ajg/vit)











































