Akan tetapi HPV ternyata tak ditemukan hanya di organ intim. Salah satu tipenya bahkan ditemukan juga di mulut. Bahkan studi menemukan perokok memiliki risiko lebih besar terserang infeksi HPV di mulut.
"Penelitian sebelumnya mengatakan bahwa infeksi HPV tipe 16 akan dapat sembuh dalam waktu satu tahun. Namun ada beberapa kasus dimana mereka tidak sembuh, dan penelitian kami membuktikan bahwa hal tersebut ada kaitannya dengan jumlah tembakau yang dihisap," tutur Gypsyamber D'Souza, peneliti senior dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, dikutip dari Reuters, Kamis (9/10/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya menunjukkan bahwa 30 persen partisipan merupakan perokok aktif dan lebih sering melakukan seks oral. Mereka biasanya berasal dari kalangan yang berpenghasilan dan berpendidikan rendah.
Angka infeksi HPV-16 di mulut mereka pun mencapai 2 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan non perokok ataupun perokok pasif yang tak sampai 1 persen. Rataanya, mereka yang merokok lebih dari 3 batang perhari mempunyai risiko 31 persen lebih besar terserang infeksi tersebut.
"Hal ini membuktikan bahwa ada keterkaitan yang kuat antara penggunaan tembakau dan risiko terserang HPV mulut, meski penggunaannya sangat kecil, yang dalam hal ini bisa saja merupakan perokok tidak aktif atau perokok pasif," sambung D'Souza lagi.
Dilanjutkan D'Souza lagi bahwa memang infeksi HPV-16 yang menyerang mulut termasuk kasus langka dan tak semua kasusnya akan berkembang menjadi kanker. Hanya saja jika terserang HPV-16 ini, risiko kankernya memang akan meningkat hingga 30 persen, terutama pada perokok.
"Belum bisa dijelaskan mengapa HPV-16 sulit sembuh pada beberapa orang. Hanya saja kemungkinan tembakau memiliki peranan untuk memperlambat penyembuhan infeksi tersebut," pungkasnya.
Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of American Medical Association (JAMA).
(rsm/up)











































