Idap Tumor Otak Ganas, Maynard Memilih Hari Meninggalnya Sendiri

Idap Tumor Otak Ganas, Maynard Memilih Hari Meninggalnya Sendiri

- detikHealth
Jumat, 10 Okt 2014 07:35 WIB
Idap Tumor Otak Ganas, Maynard Memilih Hari Meninggalnya Sendiri
Britanny Maynard (Foto: CNN)
Oregon - Saat dokter mendiagnosis Britanny Maynard bahwa hari-harinya sudah tidak lama lagi karena tumor otak progresif, wanita berumur 29 tahun ini berencana untuk mengambil alih kehidupannya untuk kali terakhir.

Setelah pernikahannya di tahun 2013, Maynard mulai mengalami rasa sakit kepala yang tidak tertahankan. Pada Januari 2014 kemarin, dokter yang memeriksa Maynard mendiagnosisnya dengan penyakit Astrocytoma tingkat II.

Astrocytoma adalah bentuk tumor otak yang ganas dan dokter mengatakan pada Maynard bahwa ia punya waktu hidup sekitar 10 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menjalani dua operasi dalam upaya menghentikan pertumbuhan tumor. Pada bulan April saya mengetahui tidak hanya tumor itu kembali, tapi kini tumor lebih agresif dan dokter memberi saya prognosis enam bulan untuk hidup," ujar Maynard seperti dikutip dari CNN, Jumat (10/10/2014).

Maynard mengatakan dirinya sudah berusaha melakukan semua upaya untuk mengobati tumor yang ia idap. Namun tidak ada pengobatan pasti yang dapat menyembuhkannya dan pengobatan yang ada untuk memperpanjang hidupnya berefek samping besar.

"Saya mungkin akan menderita dalam perawatan rumah sakit selama beberapa pekan atau bahkan berbulan-bulan dan keluarga saya harus menyaksikan hal tersebut. Saya tidak ingin skenario itu terjadi pada mereka, jadi saya mulai mencari informasi seputar kematian dengan martabat," kata Maynard.

Pada akhirnya Maynard berencana untuk mengakhiri hidupnya pada tanggal 1 November sehari setelah ulang tahun suaminya, 30 Oktober. Rencananya Maynard akan mengakhiri hidup dengan menggunakan obat-obatan yang telah diresepkan dokter dikelilingi oleh keluarga.

"Saya tidak ingin mati. Tapi saya sedang sekarat dan saya ingin meninggal dengan cara saya sendiri. Memiliki pilihan untuk mengakhiri hidup adalah hal yang penting. Ini memberi saya rasa damai pada waktu genting yang seharusnya didominasi rasa takut, ketidakpastian dan rasa sakit," papar Maynard yang tinggal di Oregon, Amerika Serikat.


(ajg/ajg)

Berita Terkait