Praktis, Kelak Kanker Indung Telur Bisa Dideteksi Pakai Pembalut

Praktis, Kelak Kanker Indung Telur Bisa Dideteksi Pakai Pembalut

- detikHealth
Jumat, 10 Okt 2014 11:06 WIB
Praktis, Kelak Kanker Indung Telur Bisa Dideteksi Pakai Pembalut
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Baltimore, AS - Selama ini kita hanya mengenal tampon alias pembalut sebagai penampung darah kotor dari menstruasi. Setelah penuh, pembalut pasti dibuang. Namun tim peneliti dari Amerika menemukan kegunaan lain dari pembalut, mendeteksi gejala awal kanker indung telur.

Peneliti dari Johns Hopkins University, Baltimore ingin tahu apakah sel-sel tumor bisa 'jalan-jalan' dari ovarium atau indung telur ke vagina. Untuk keperluan studi ini, mereka melibatkan 33 pasien kanker ovarium.

Ternyata ada 8 orang yang dilaporkan mengidap kanker ovarium stadium lanjut. Akan tetapi tiga di antaranya masih mempunyai tuba falopi yang utuh. Di situlah peneliti mengklaim bisa menemukan DNA tumor dalam sel-sel yang terjebak pada pembalut yang dikenakan sejumlah pasien kanker ovarium.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bagaimana peneliti bisa yakin? Sebab sel-sel yang ditemukan di pembalut mengalami mutasi yang sama persis, yakni mutasi TP53 seperti yang terjadi pada sel tumor ovarium itu sendiri. Ini artinya ada pergerakan sel-sel kanker dari ovarium ke vagina.

"Dari sekitar 60 persen pasien yang tuba falopinya masih utuh, kami masih bisa melihat ada sel tumor, terutama DNA tumor di dalam saluran vaginanya," tutur Dr Charles Landen, salah seorang peneliti yang juga profesor di bidang ginekologi onkologi.

Akan tetapi Dr Landen mengaku metode tes konvensional belum bisa mendeteksi sel-sel tumor yang dimaksud. Untuk menemukan sel-sel tumor yang dimaksud, peneliti sendiri menggunakan teknologi testing DNA yang supersensitif yaitu 'DNA deep sequencing'. Hanya saja harganya masih sangat mahal, apalagi bila digunakan secara luas.

"Setidaknya dari studi ini kita tahu di masa depan pembalut bisa dipakai untuk mendeteksi kanker," kata Dr Landen seperti dikutip dari Livescience, Kamis (9/10/2014).

Dalam kesempatan terpisah, Dr Chia Yin Nin, dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari Gleneagles Hospital Singapore menerangkan bahwa kanker ovarium merupakan 'pembunuh tersembunyi'.

"Pada tahap awal, gejala penyakit ini hampir tidak ada atau jarang muncul. Pada saat gejala muncul, penyakit biasanya sudah semakin berkembang," terang Dr Chia dalam keterangan tertulis yang diterima detikHealth beberapa waktu lalu.

Agar tak kecolongan, setiap wanita diminta mengetahui gejala kanker ovarium. Bila pernah mengalami beberapa gejala sekaligus, bukan tidak mungkin orang yang bersangkutan berisiko mengidap kanker ovarium. Gejala yang dimaksud antara lain:

- Perut kembung dan distensi
- Gangguan pencernaan
- Sensasi kepenuhan setelah makan
- Terdapat gumpalan/tumpukan pada perut yang bisa teraba
- Perubahan frekuensi buang air kecil
- Permasalahan pada sistem usus, misalnya sembelit
- Kaki bengkak pada bagian tertentu

"Penting bagi perempuan yang memasuki usia perimenopause untuk memeriksakan dirinya ke ginekolog jika mereka mengalami salah satu dari gejala tersebut, karena gejala itu tidak boleh diabaikan," tutup Dr Chia.

(lil/up)

Berita Terkait