Hal tersebut diungkapkan oleh pengelola dari Padimas, dr Wikan Basworo, SpF, dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Media Center Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jl Letjend Suprapto, Cempaka Putih, Jumat (10/10/2014).
"Prolanis itu penting. Jadi langkah pertama saya menghadapi ini adalah pencegahan. Kalau kita sudah tahu keluarga tersebut ada kecenderungan untuk terkena penyakit kronis, ya dicegah dengan pola hidup sehat. Ajak juga ke kegiatan-kegiatan yang kita selenggarakan. Kegiatan kami mengacu pada kekeluargaan," ujar dr Wikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya buat topi misalnya, saya berikan pada teman-teman setiap kali aktivitas dipakai. Nah yang penting di topi ini ada bintangnya, maksudnya agar memotivasi teman-teman lain. Bintang ini diperoleh jika selama 3 bulan berturut-turut bisa menjaga kondisi dengan baik dari parameter-parameter klinik sesuai pedoman," tutur dr Wikan.
Jika sudah dapat bintang dan tiga bulan berikutnya kondisi kesehatannya kembali membaik, peserta tersebut kembali mendapatkan bintang. "Jadi kalau dalam setahun terus baik, ya dapat bintang. Ibaratnya dia jadi seperti 'jenderal'. Ini evaluasi sekaligus supporting," imbuhnya.
Selain pemberian tanda bintang, keuntungan lainnya yang didapat oleh peserta Padimas adalah pembuatan kartu diskon. Kartu ini diberikan satu buah per keluarga dan berlaku untuk setiap anggota keluarga peserta tersebut.
"Sesama peserta membuat sebuah kartu anggota yang berfungsi jaid discount card. Di antara mereka kan ada yang pengusaha atau punya kegiatan usaha, ya mereka akan saling memberikan. Kartu ini diberi pada penyandang, berlaku untuk satu keluarga. Ini diharapkan bisa membuat mereka senang. Perkumpulan ini selain ada manfaat dari sisi kesehatan, ada juga dari sisi ekonomi," ungkap dr Wikan.
dr Wikan berharap, berbagai program yang ada ini bisa membuat anggotanya menjadi semakin bersemangat dalam bersosialisasi dan yang terpenting dalam menjaga kesehatan masing-masing.
(ajg/vit)











































